alexametrics

Jelang Bulan Bahasa, Ruang Publik Harus Lebih Banyak Diisi Puisi

6 September 2019, 00:09:04 WIB

 JawaPos.com – Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) mengumumkan pemenang lomba kritik puisi esai dalam rangka menyambut Bulan Bahasa. Hadir dalam acara itu, Pendiri LSI yang juga dikenal sebagai sastrawan Denny JA.

Denny dalam sambutannya mengatakan, ruang publik masyarakat Indonesia saat ini perlu diperkaya lagi oleh renungan sastra. Denny kemudian mengutip salah satu ungkapan John F Kennedy.

“Ketika politik menyempitkan perhatian manusia, puisi datang meluaskannya kembali. Ketika kekuasaan mengotori jiwa, puisi membersihkan,” tutur Denny di Pusat Dokumentasi HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, (4/9).

Menurutnya, sejak Pilkada Jakarta 2017, diteruskan hingga Pilpres 2019, ruang publik Indonesia disebut banyak polusi. Terlalu banyak hoaks, kemarahan, kebencian, pembelahan politik, dan primordialisme agama di ruang publik.

“Warga negara seolah hanya disibukkan dengan isu kekuasaan. Banyak keluarga, kawan, komunitas yang pecah hanya karena politik,” ujar Denny JA.

Sementara itu, mewakili AGBSI Dian Ratri mengatakan, lomba kritik sastra yang digelar dalam rangka menyambut bulan bahasa adalah Oktober bertepatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda, dengan Ikrar “Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia.

“Sejak tahun 1960-an, sudah pula diperingati menjadi Bulan Bahasa. Tapi bahasa pun perlu terus dimartabatkan. Literasi perlu ditumbuhkan. Minat membaca satra perlu disuburkan,” paparnya.

Adapun karya sastra yang dipilih kali ini, empat buku puisi esai karya Denny JA. Karena lima tahun belakangan ini, dunia sastra bergunjang ganjing dengan kontroversi puisi esai karya Denny JA. Terjadi pro dan kontra yang maha hebat.

Namun, buku puisi esai terus diterbitkan. Hingga hari ini sudah terbit lebih dari 80 buku puisi esai. Bahkan, sudah lebih dari 200 penulis dari Aceh hingga Papua menulis puisi esai. Bahkan penyiar Asia Tenggara, dari Malaysia, Brunei, Thailand dan Singapura juga menerbitkan puisi esai.

“Ini yang membuat puisi esai menjadi topik yang hangat dan kontroversial untuk lomba kritik sastra tahun ini,” tambahnya.

Pengumuman lomba kritik puisi esai di HB Jassin juga disemarakkan oleh acara Titian Muhibbah Sastra Malaysia – Indonesia. Banyak penyair Malaysia yang ikut hadir. Diselenggarakan pula diskusi sastra. Puisi Denny JA soal Papua juga ikut dibacakan di acara itu. Puisi kembali di bawa ke tengah gelanggang merespon isu masyarakat yang sedang bergolak.

Editor : Dimas Ryandi



Close Ads