alexametrics
New Normal di Dunia Pendidikan

PGRI Usul Kurikulum Sekolah Era Pandemi Covid-19

6 Juni 2020, 16:35:29 WIB

JawaPos.com – Pemerintah terus menggulirkan kehidupan new normal di tengah wabah Covid-19 yang belum hilang. Kehidupan new normal atau kenormalan baru ada di semua aspek. Diantaranya adalah tatanan kenormalan baru di dunia pendidikan.

Ketua Umum Pegurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menyampaikan sejumlah usulan terkait new normal di dunia pendidikan. ’’Pertama, merancang Kurikulum Sekolah Era Pandemi atau KSEP,’’ katanya dalam halal bi halal PGRI yang digelar secara online, Sabtu (6/6).

Unifah mengatakan kurikulum era pandemi itu sifatnya aktif dan aplikatif. Serta membuat pembelajaran rasional. Menurut dia kurikulum yang ada sekarang terlalu mengutamakan konten. Tidak mendorong anak-anak untuk belajar mandiri. Unifah mengatakan di masa pandemi ini, anak-anak didorong supaya bisa belajar mandiri. Sebab proses pembelajaran tidak berjalan di sekolah seperti biasanya.

Usulan berikutnya adalah menyusun berbagai standar minimal pendidikan baru yang disesuaikan dengan era pandemi. Standar minimal harus lebih praktis dan terukur. Berbeda dengan standar minimal yang selama ini disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Selanjutnya Unifah mengatakan pemerintah perlu menyusun dan sosialisasi pedoman umum pembelajaran di tengah pandemi. Pedoman ini mulai dari jenis kegiatan belajar, jadwal, bentuk, motivasi, bimbingan, serta fasilitas siswa untuk belajar.

PGRI juga mengusulkan dibuatkan pedoman pengelolaan pendidikan untuk mewujudkan proses pembelajaran optimal. Termasuk penggunaan sumber daya serta pembiayaan untuk pembelajaran online, offline, maupun blended atau campuran online dan offline.

Dalam kesempatan ini Unifah mengatakan PGRI juga meminta pemerintah berhati-hati dalam menentukan new normal di dunia pendidikan. Apalagi sampai keputusan membuka sekolah kembali. ’’Hati-hati menetapkan sekolah ada di wilayah hijau, kuning, atau merah,’’ katanya.

Sebab bisa jadi sekolahnya memang berada di wilayah hijau. Namun guru, murid, atau warga sekolah lainnya berada di daerah yang tingkat penularan Covid-19 yang masih tinggi. ’’Sejak awal PGRI meminta pemerintah dan pihak terkait agar dalam mengambil keputusan sangat hati-hati,’’ jelasnya.

Sebab keputusan membuka kembali sekolah, terkait dengan keselamatan dan keamanan siswa, guru, orang tua, kepala sekolah, pengawas, dan warga sekolah lainnya. Fasilitas kesehatan di sekolah juga harus dipertimbangkan. Pemerintah bisa merealokasi anggaran untuk peningkatan fasilitas kesehatan di sekolah.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Hilmi Setiawan

Saksikan video menarik berikut ini: