alexametrics

Blacklist Aplikasi, Antisipasi Kemendikbud Kuota Habis Sia-sia

5 Oktober 2020, 15:55:49 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan skema kedua untuk mengantisipasi kuota internet gratis terbuang sia-sia setelah masa aktif habis. Caranya adalah dengan melakukan black list terhadap domain web atau aplikasi, di mana hanya yang terpilih yang bisa diakses tanpa menggunakan kuota.

Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Evy Mulyani pum mengatakan bahwa terkait penerapannya, pola itu masih dalam diskusi dan tengah dikaji efektifitasnya. “Untuk penerapannya tentu sangat tergantung hasil evaluasi secara menyeluruh dan proses diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkap dia kepada JawaPos.com, Senin (5/10).

Seperti diketahui, saat ini sistem pemakaian kuota dibagi antara kuota belajar dan kuota umum. Di mana untuk kuota umum hanya diberikan 5 GB, sedangkan kuota belajar sisanya, tergantung dengan jenjang pendidikan. Pasalnya, menurut pandangan berbagai pihak, hal ini merupakan langkah yang tidak efisien dalam mengelola uang negara berjumlah Rp 7,2 triliun. Sebab, kuota akan hangus meskipun masih menyisakan banyak kuota data.

Alhasil, itu pun akan menghamburkan uang negara. Apalagi, ini adalah kebijakan operator, yakni penggunaan kuota berdasarkan time based, bukan volume based. Maka dari itu, skema baru tengah disiapkan untuk pemanfaatan yang lebih maksimal.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kemendikbud Hasan Chabibie mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyusun skema agar kuota tersebut tidak hangus dan terbuang sia-sia. Skema tersebut adalah tidak menggunakan wait list, atau aplikasi kuota belajar ditiadakan.

“Pola kedua yang lagi kita jajaki, itu tidak menggunakan pendekatan wait list, tapi pendekatan black list, artinya semua boleh pakai kecuali (aplikasi) yang tidak boleh, ini lagi kami kaji terus. Kalau pilihan pertama kita kan tambahin 10 atau 15 (aplikasi) lagi, itu kan based time, ini yang sedang kami diskusikan,” jelasnya, Minggu (4/10).

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads