Menuju Bonus Demografi, Kemendikbud Andalkan Merdeka Belajar

5 Februari 2021, 13:33:42 WIB

JawaPos.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam mendorong perguruan tinggi saling bergotong royong dalam membangun SDM yang unggul dan inovasi perguruan tinggi yang relevan dengan keperluan dunia untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Nizam menyampaikan, jumlah perguruan tinggi di Indonesia saat ini hampir menyentuh 5.000. Dengan jumlah tersebut, perlu dipastikan terselenggaranya pendidikan yang berkualitas dan itu dibutuhkan negara Indonesia untuk menyiapkan bonus demografi yang segera bisa dinikmati. Namun, hal ini dapat menjadi bencana jika tidak disiapkan dengan matang.

“Saat ini Indonesia sedang menyiapkan untuk dapat menikmati bonus demografi, namun hal ini dapat menjadi bencana apabila tidak disiapkan dengan kompetensi, kreativitas dan inovasi yang unggul, yang diperlukan dalam tantangan masa depan,” ujar Nizam dalam keterangannya, Jumat (5/2).

Beragam tantangan tengah dihadapi, baik itu global maupun nasional, tidak terlepas dari pendidikan tinggi berkualitas dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu bersaing secara global. Perguruan tinggi harus beradaptasi dengan cepat dalam menyiapkan skill dan kompetensi baru mahasiswa supaya dapat menjawab beragam tantangan yang dihadapi.

Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahasiswa memiliki kemerdekaan dalam menjelajah ilmu yang dibutuhkan. Diharapkan mahasiswa lulus dengan memiliki kompetensi yang dapat bermanfaat dalam pembangunan bangsa.

Baca Juga: Jhoni Allen Disebut Jadi Otak Kudeta, Elite Demokrat Bakal Blak-blakan

Baca Juga: Andi Arief Tuding Moeldoko yang Ingin Lengserkan AHY dari Ketum PD

“Melalui Kampus Merdeka diharapkan dapat memerdekakan potensi mahasiswa untuk mengembangkan cita-cita, potensi, aspirasi, passion secara utuh dan kuat. Untuk mendorong hal tersebut pemerintah tidak sekadar mendorong melalui program, tetapi menyiapkan pembiayaan,” tutur Nizam.

Untuk mengakselerasi Kampus Merdeka, pemerintah sudah mengalokasikan pendanaan bagi PTN maupun PTS, melalui insentif BOPTN berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU), Matching Fund berlaku bagi perguruan tinggi yang berhasil  bekerja sama dengan DUDI melalui Kedaireka, serta Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).

Adapun program pendanaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas dosen, kurikulum dan proses pembelajaran pendidikan tinggi.

Editor : Eko D. Ryandi

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads