alexametrics

Soal Jumlah Inovator, Indonesia Sukses Salip Iran

3 Oktober 2019, 14:06:29 WIB

JawaPos.com – Dalam periode empat tahun terakhir, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengkalim, jumlah inovator di Indonesia tumbuh mencapai 1.037. Mereka umunya berasal dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri dan masyarakat umum.

Sebelum itu, Menteri Nasir menyebut jumlah progres inovator di Indonesia tidak signifikan. Kalah dari Republik Islam Iran, yang sedang diembargo oleh Amerika Serikat.

“Tahun 2004-2014, jumlah inovator di Iran sebih dari 1.000. Saat itu Indonesia hanya 8, 10, paling banyak 12,” ungkap Nasir saat membuka Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2019 di JCC, Jakarta, Kamis (3/10).

Dalam rentak waktu tersebut, lanjut Nasir, mayoritas hasil penelitian (riset) para inovator hanya menjadi arsip di perpustakaan. Namun, saat ini sedikit demi sedikit bisa dihilirisasi dan diserap oleh pelaku industri dan investor.

Angka tingginya jumlah inovator itu berbanding lurus dengan hasil survey Kemenristekdikti terhadap 404 perusahaan pemula (tenant) berbasis teknologi sepanjang 2015-2019, terdapat 13 perushaan yang omzetnya di atas Rp 1 miliar. Serta 17 tenant beromzet antara Rp 500 juta – 1 miliar per tahun.

Kemudian 17 tenant telah memiliki omzet Rp 100 – 500 juta per tahun. Sebanyak 249 tenant dalam proses pembinaan, serta 25 tenant lain diketahui tutup. Tenant tersebut didanai pemerintah melalui program PPBT di Kemenristekdikti.

Sementara itu, pameran I3E 2019 menampilkan 404 produk/inovasi. Terdiri atas 249 inovasi dari program pendanaan PPBT, 132 inovasi dari program CPPBT, dan 23 inovasi dari pendanaan Inovasi Industri.

“Pameran ini menjadi jembatan yang bisa mempertemukan inovator dan industri,” kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Abdul Rozak



Close Ads