alexametrics

Sambut Bulan Bahasa, AGBSI Gelar Lomba Kritik Sastra

2 September 2019, 07:07:38 WIB

JawaPos.com – Bulan Bahasa yang sudah ada sejak 1960-an menjadi hal yang “sakral” bagi Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI). Oktober dipilih menjadi waktu yang tepat sebagai simbol karena bertepatan dengann Hari Sumpah Pemuda, dengan Ikrar “Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia”.

Jajang Priatna dari AGBSI mengatkan, bahasa pun perlu dimartabatkan. Literasi perlu ditumbuhkan. Karena itu minat membaca satra perlu disuburkan.

“Kebetulan di tahun ini kita AGBSI ingin mengambil peran menyemarakkan Bulan Bahasa itu dengan lomba kritik sastra. Adapun karya sastra yang dipilih kali ini, empat buku puisi esai karya Denny JA,” ujar Jajang kepada JawaPos.com.

Sebagaimana diketahui, lima tahun belakangan ini, dunia sastra diramaikan dengan kontroversi puisi esai karya Denny JA. Sebagian sastrawan mengklaim puisi esai adalah genre puisi baru yang dikreasi Denny JA. Sebagian menolaknya.

Namun, buku puisi esai terus diterbitkan. Hingga hari ini sudah terbit lebih dari 80 buku puisi esai. Sudah lebih dari 200 penulis dari Aceh hingga Papua menulis puisi esai. Bahkan penyiar Asia Tenggara, dari Malaysia, Brunei, Thailand dan Singapura juga menerbitkan puisi esai.

Bahkan, kata Dian Ratri yang juga bagian dari AGBSI, pernah pula dibuat seminar sehari mengenai puisi esai di Malaysia dengan pembicara sastrawan dari aneka negara.

“Di samping melalui media sosial, pengumuman lomba kritik sastra karya Denny JA akan juga diumumkan di PDS HB Jassin dalam waktu dekat,” ujar  Dian Ratri yang juga ikut organisasi tersebut.

Sekadar informasi, kini bahkan 35 puisi esai dari Aceh hingga Papua sedang diubah menjadi skenario untuk film seri. Pertama kali dalam sejarah akan lahir serial film yang semuanya berasal dari puisi esai.

Editor : Dimas Ryandi



Close Ads