alexametrics

Ubah Mindset Pendidik, Terus Dorong Revitalisasi Pendidikan Vokasi

2 April 2022, 23:38:41 WIB

JawaPos.com – Chef Ryan Yeremia mengeluarkan ponselnya. Dia lantas mengabadikan hasil karya masakan mahasiswanya, Ruth Selasih. Lalu, Chef Ryan melakukan penilaian. Dia menyebut, dalam dunia kuliner, antara gizi, rasa, dan tampilan tak boleh dipisahkan.

Practice makes perfect sudah menjadi semboyan wajib bagi pendidikan vokasi. Bahwa, mengolah makanan dengan bahan bergizi saja tidak cukup. Membuat tampilan yang cantik dan menciptakan aroma yang menggugah, juga sangat penting. Tujuannya, demi mengundang selera penikmat makanan.

Pendidikan vokasi kini terus menjadi perhatian. Selain penurunan peringkat PISA, tingkat produktivitas masyarakat Indonesia juga terus merosot dalam data Asian Productivity Organization (APO) sejak 1970 hingga 2018 lalu. Karena itu, pendidikan vokasi pun terus diperbaiki. Harapannya, dapat mengangkat angkat produktivitas dan skor PISA Indonesia.

Kurikulum prototipe yang diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diharapkan mampu mengangkat pendidikan di Indonesia. Revitalisasi sekolah menengah kejuran(SMK) pun sudah diketok sejak keluar Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016.

”Di tahun ini, akan dikeluarkan Perpres tentang Revitalisasi Bidang Vokasi. Itu mencakup Perguruan Tinggi (PT) prodi vokasi, SMK, dan lembaga kursus pelatihan (LKP),” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI Wikan Sakarinto.

Di dalam kurikulum prototipe tersebut, lanjut dia, prinsip link and match sangat ditekankan (lihat grafis). Hubungan lembaga pendidikan dengan industri tidak lagi terbatas pada tanda tangan kerja sama. ”Bukan sekadar MoU, lalu diliput media. Tapi, industri bisa terlibat dalam banyak aspek. Penyusunan kurikulum dengan lembaga pendidikan vokasi, salah satunya,” imbuh Wikan.

Untuk mendongkrak perubahan tersebut, Dirjen Vokasi menyiapkan program pendampingan SMK Pusat Keunggulan (PK). Pendampingan dilakukan selama empat tahun agar perubahan optimal bisa dilakukan. ”Syaratnya, mereka harus memenuhi prinsip link & match 8+i. Jika hanya tanda tangan kerja sama tanpa ada tindak lanjut, ya tidak bisa,” tegas Wikan.

Sebagai pacuan, pihaknya juga akan memberikan bantuan anggaran jika SMK berhasil mendapatkan bantuan dana atau alat dari industri. ”Mereka dapat alat apa saja, akan dihitung dan kami siap berikan dana setara dengan itu. Jika diberi bantuan senilai Rp 2 miliar, kami juga akan berikan Rp 2 miliar,” tutur Wikan.

Dia mengungkapkan, Surabaya dengan banyaknya lembaga pendidikan vokasi dan industri, dinilai siap menerapkan kurikulum prototipe tersebut. SMKN 6 Surabaya telah menjadi salah satu SMK PK yang sudah dibina Dirjen Vokasi Kemdikbudristek. Sejak 2020, total sudah ada sebanyak 901 SMK PK yang dibina dan akan terus ditambah.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : Retno Dyah

Saksikan video menarik berikut ini: