alexametrics

Infrastruktur di Sibolga Jadi Catatan peting DJOSS

31 Maret 2018, 00:37:53 WIB

JawaPos.com – Kota Sibolga menjadi catatan penting Pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus (DJOSS). Dari curhatan warga kepada mereka, ternyata masih banyak infrastruktur sarana dan prasarana Kota Sibolga yang perlu dibenahi.

Purba warga Jalan Mawar, Kecamatan Sibolga Utara mengatakan, saat ini banyak tanggungjawab pemerintah provinsi yang belum dilaksanakan. Hal itu diungkapkannya saat DJOSS berkunjung ke sana pada Kamis (29/3). Dia berharap jika DJOSS terpilih, maka bisa membenahi sektor pendidikan, perekonomian dan infrastruktur.

“Perekonomian juga, di Kota Sibolga kami harapkan keseriusan Pemprov Sumut untuk memajukannya. Warga Sibolga kebanyakan bekerja sebagai nelayan dan tukang becak. Perekonomian masyarakat juga rendah,” kata Purba dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (31/3).

Tak hanya itu saja, Purba juga mengatakan, warga Sibolga merasa di anak tirikan oleh Pemprov Sumut. Karena pembangunan di daerahnya tidak terlalu signifikan.

“Kami merasa sebagai anak tiri dalam pembangunan Sumut. Inilah yang kami harapkan adanya peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Terutama kami warga Sibolga ini terhadap Bapak bila terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nanti,” ucapnya.

Menyikapi hal itu, Calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat mengatakan, sudah sepatutnya pemimpin untuk dekat dengan masyarakat. Sudah menjadi kewajiban pula, Gubernur dan Wakil Gubernur untuk bertemu langsung, mendengar dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat.

“Pemimpin itu tidak hanya duduk di kantor, tapi juga harus menemui masyarakat. Itulah yang akan kami lakukan. Dari keluhan dan harapan masyarakat Sibolga yang kami kumpulkan, sesuai dengan apa yang menjadi visi misi Djoss,” jelas Djarot didampingi Sihar Sitorus.

Djarot menambahkan, jika persoalan yang dihadapi masyarakat sudah masuk dalam visi dan misi Paslon nomor urut dua yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu. Dengan tagline ‘Semua Urusan Mudah dan Transparan’, Djoss akan menjadikan tanggungjawab dan keluhan masyarakat itu tak lagi dirasakan.

“Sibolga kota yang penting. Ini memiliki sejarah panjang, sebagai pintu masuk ke Sumut awalnya itu di sini,” tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengajak masyarakat tak lagi merasakan kaum termarjinalkan. Sebab, perubahan dan pembangunan kedepannya, adalah milik masyarakat Sumut.

Sedangkan Sihar Sitorus menambahkan, Sibolga dan Tapanuli Tengah tak hanya sebagai kota yang memiliki sejarah panjang bagi Sumut saja. Kekayaan alam yang melimpah sepatutnya dapat dikelola dengan baik untuk pendongkrak taraf hidup masyarakat. Sayangnya, katrol penggerak dalam hal ini pemerintah, enggan mendorong hal tersebut.

“Banyak pembelajaran yang saya rasakan, sama dengan apa yang dirasakan masyarakat pesisir. Dengan hasil ikan yang berkualitas baik, keinginan masyarakat kuat untuk mengekspor ikan hasil dari Sibolga ini dapat diekspor ke luar negeri. Namun, bagaimana caranya mengekspor, pembinaan para nelayan agar memasarkan hasilnya, seharusnya peran pemerintah melakukan itu. Sumut butuh bantuan, butuh sesuatu yang lebih baik kedepannya,” jelas Sihar.

Penghujung pertemuan, keduanya pun mengajak masyarakat, pendukung dan relawan untuk usung Pilkada Damai. Tidak melakukan fitnah, adu domba dan menyebarkan ujaran kebencian maupun hoaks. “Perbedaan kita adalah kekayaan keberagaman yang kita miliki. Kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,” pungkas Djarot dan Sihar.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Infrastruktur di Sibolga Jadi Catatan peting DJOSS