alexametrics

Kiai Pendukung Gus Ipul-Puti Legowo

29 Juni 2018, 18:45:27 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf menggelar konferensi pers selepas perhelatan pilkada. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu memastikan seluruh kiai sepuh pendukungnya bisa menerima dan menghormati apapun hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018.

“Semalam, para Kiai bertemu membahas hasil Pilkada Jatim. Mereka bisa menerima meskipun banyak indikasi penggunaan kekuasaan melalui program pemerintah,” jelas Gus Ipul di Posko Pemenangan Gayungsari, Jumat (29/6).

Informasi yang diterima para kiai dan didukung informasi dari Bawaslu Jatim, beberapa pelanggaran memang sangat terasa dan terlihat saat pemungutan suara pada 27 Juni lalu. “Para kiai punya cukup banyak bukti. Tapi mereka sudah legowo. Sehingga tidak akan membawa ini ke hukum. Mereka cukup mengetahui saja,” tambah pria asal Pasuruan itu.

Pilgub Jatim 2018
Ilustrasi. (Dok. JawaPos.com)

Pertemuan para Kiai sendiri digelar pada Kamis (28/6) malam. Beberapa kiai yang hadir antara lain KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli, KH Kafabihi Mahrus, KH Anwar Iskandar, dan KH Miftachul Ahyar. Selain itu juga ada KH Agus Ali Mashuri, KH Idris Hamid, serta belasan kiai sepuh lainnya.

Dalam pertemuan itu, para Kiai menyatakan akan tetap dalam satu barisan. Mereka akan kompak untuk menghadapi perhelatan politik berikutnya. Termasuk Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif 2019.

“Dalam pilgub ini, perjuangan yang bermula dari para ulama dan kiai akhirnya mendapatkan sekitar 8 juta suara. Mayoritas berasal dari dukungan para kiai,” ungkap Gus Ipul.

Gus Ipul melanjutkan, proses Pilgub Jatim sendiri berawal dari upaya para kiai-kiai sepuh untuk kompak merajut kembali kehidupan berbangsa. Mereka tidak ingin melihat pemilihan pemimpin Jatim seperti Pilgub DKI Jakarta.

Para kiai lantas mendorong parpol yang berseteru di Jakarta untuk bersatu di Jatim. Hasilnya PKB, PDI Perjuangan, PKS dan Gerindra bisa bersatu dan mengusung Gus Ipul-Puti.

Kekompakan itu akan dilanjutkan untuk mengawal perhelatan politik selanjutnya. Sehingga kehidupan berbangsa di Indonesia bisa berlangsung dengan baik.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar mengatakan, pilkada kali ini adalah upaya PKB mengabdi pada kiai. Meskipun secara hitungan kalah.

“Pilkada ini bentuk bakti kami pada kiai. Ini sangat bernilai bagi kepentingan bangsa dan negara. PKB sampai kapanpun akan berada di barisan para kiai dalam menjalani gelaran politik selanjutnya. Kami tidak ngomong menang kalah, tapi barokah,” tegas Halim.

Terkait indikasi pelanggaran, Gus Halim mengatakan bahwa hal itu akan didalami para kiai dengan membentuk tim pencari fakta. Hasil temuan pelanggaran akan dijadikan bahan bagi para kiai untuk proses politik di masa yang akan datang. “Perintah kiai jelas, jangan menggugat, jangan bikin gaduh,” imbuh Halim.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)



Close Ads
Kiai Pendukung Gus Ipul-Puti Legowo