alexametrics

Soroti Kasus HIV/AIDS, Khofifah Janjikan Optimalisasi Peran Pemerintah

29 April 2018, 15:08:57 WIB

JawaPos.com – Calon gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa menyoroti tingkat penyebaran virus Human Immunudeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiensy Syndrome (AIDS) yang masih signifikan di Jawa Timur. Khofifah menilai masyarakat perlu menyadari tindakan preventif dan persuasif yang harus dilakukan.

Menurut Khofifah, orang yang terpapar HIV/AIDS disebut memiliki hak yang sama untuk berkespresi, hidup secara normal dan mandiri seperti masyarakat khalayak.

“Menyisir ODA (Orang dengan HIV/AIDS) itu penting. Jawa timur ini HIV-nya nomor 1, AIDS-nya nomor 2. Jadi harus ada kesadaran kolektif seluruh masyarakat untuk bisa saling melindungi, saling memproteksi dan memberi ruang dimana yang terpapar ODA bisa berekspresi,” kata Khofifah di Lamongan, Jawa Timur, Minggu (29/4).

Dalam catatan data Laporan Perkembangan HIV/AIDS Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per Juni 2017, Jawa Timur menempati posisi kedua nasional setelah Jakarta dengan korban 35.168 jiwa.

Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 penanganan ODA menjadi wewenang pemerintah baik pusat maupun daerah. Sehingga menurut Khofifah, masyarakat mempunyai peran persuasif untuk melaporkan adanya penderita HIV/AIDS ke petugas pemerintah terdekat.

“Kalau sudah diketahui bahwa ada yang terpapar ODA di titik-titik tertentu, harus ada yang mengkomunikasikan minimal ke puskesmas terdekat atau ke rumah sakit supaya mereka mendapatkan treatment secara reguler. Pemerintah menyiapkan treatment yang eligibel kepada mereka yang terpapar ODA,” terangnya.

Selain itu, Khofifah menjelaskan, keluarga juga memiliki peran untuk memberikan memberikan tindakan pencegahan maupun memberikan terapi sosial terhadap korban terdampak atau masyarakat sekitar.

“Lingkungan keluarga menjadi sangat penting. Bagaimana keluarga bisa menjadi bagian yang ikut recovery psycho social (terapi psikososial) terahadap mereka yang sudah teridentifikasi positif ODA,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan Mantan Menteri Sosial (Mensos) periode 2014-2018 ini secara spontan melayat ke salah satu warga Lamongan yang meninggal karena terdampak AIDS. Khofifah mengetahui kabar tersebut dari salah satu warga yang hadir saat Khofifah berdialog di Lamongan, Sabtu (28/4) malam. Seketika Khofifah menyempatkan waktu untuk melawat ke rumah duka.

Tiba di rumah duka, Khofifah langsung memeluk Bunga Hafidzoh yang merupakan anak dari almarhumah Ana Mudaiyah Shalehah. Khofifah memeluk erat Bunga. Tanpa disadari Bunga dan Khofifah tenggelam dalam haru. Tangis pun pecah. Keduanya tampak sembab dengan air mata. Khofifah juga memohon izin kepada keluarga duka untuk bertahlil dan mendoakan mendiang Ana yang biasa dipanggil Ibu Sumira oleh warga setempat.

“Semoga almarhumah diampuni dosa-dosa, diberikan tempat yang layak di sisi Allah Subhanahu Wa Taala. Keluarganya semua diberi ketabahan menghadapi cobaan dan Bunga, anak yang ditinggalkan almarhumah semoga kelak menjadi anak yang solehah, bermanfaat untuk bangsa dan agama,” kata Khofifah sambil memegang dan mengelus Bunga yang duduk di sampingnya

Menutup lawatannya, Khofifah memberi tausiyah kpada warga tentang kematian. Khofifah pun meminta kepada masyarakat agar ikut tolong menolong membantu Bunga yang masih dalam masa pertumbuhan.

“Ini sesungguhnya amanah Allah kepada kita semua, karena kematian adalah takdir Ilahi. Masyarakat semua untuk saling menjaga ananda Bunga untuk tumbuh kembangnya,” tutup Khofifah.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Soroti Kasus HIV/AIDS, Khofifah Janjikan Optimalisasi Peran Pemerintah