alexametrics
Debat Perdana Pilgub Sulsel

Ketimpangan Si Miskin dan Si Kaya Masih Menjadi Persoalan Pelik

29 Maret 2018, 03:55:45 WIB

JawaPos.com – Pasangan calon (Paslon) Gubernur nomor urut 4, Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar membeberkan jika ketimpangan antara orang kaya dan miskin di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menjadi persoalan yang belum bisa dituntaskan.

Pertumbuhan ekonomi yang belum merata di berbagai daerah khususnya di pelosok desa, hingga kurangnya lahan garapan produktif petani, menjadi hal yang sangat serius untuk ditangani.

Hal itu diungkapkannya saat diberikan kesempatan untuk melemparkan pertanyaan kepada paslon nomor urut 2 Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo, dalam debat kandidat perdana yang bertemakan Pembangunan Berwawasan Lingkungan yang Berorientasi pada Pemerataan Ekonomi dan Kesejahtraan Rakyat, di Hotel Clarion, Makassar, Rabu (28/3).

“Ketimpangan miskin dan kaya di Sulsel, menjadi persoalan yang nyata dan terbukti sangat tinggi. Bagaimana solusi agar bisa menyeimbangkan ketimpangan yang selama ini terjadi?,” tanya Ichsan.

Menanggapi pertanyaan itu, mewakili paslonnya, Agus mengungkapkan, menyiapkan program untuk mengatasi ketimpangan antara miskin dan kaya di Sulsel. Program itu katanya adalah Pembukaan jalur darat untuk mempermudah akses antara desa ke kota, melalui pembangunan jalur yang menghubungkan antara pengunungan Latimojong Kabupaten Enrekang, Bulusaraung Kabupaten Maros, dan Bawakaraeng Kabupaten Gowa (Labuba) dan jalur laut mencakup dua wilayah pesisir, yakni Selat Makassar dan Laut Flores serta Teluk Bone (Malabo).

“Pembangunan jalur itu sangat strategis. Ini akan menghubungkan daerah pedesaan yang tinggi angka kemiskinannya dan perkotaan yang angkat penganggurannya tinggi. Ini akan mengatasi persoalan itu,” jawab Agus.

Menurutnya dengan pembukaan jalur melalui tawaran programnga, lahan pertanian akan bertambah, sesuai dengan basis pelestarian lingkungan terutama akses akan lebih memudahkan untuk mendisitribusikan produk pertanian ke kota.

Merasa belum puas dengan jawaban itu, Ichsan berpendapat, bahwa ada kebutuhan dasar masyarakat yang tidak terakomodir di seputar wilayah pedesaan. Kebutuhan itu adalah, lahan pertanian yang begitu kurang karena tergerus akibat kurangnya perhatian dari pemerintah. “Kita harus hati-hati tentang itu. Makanya harus ada solusi bagaimana menurunkan angka kemiskinan di desa,” kata Ichsan lagi. 

Menjawab itu, Agus justru menyebut jika ketimpangan atau angka kemiskinan lebih meningkat di daerah perkotaan ketimbang di desa. Menurutnya kebijakan yang diambil pemerintah sudah tepat. Solusinya menurut Agus bagaimana menghubungkan antara perkotaan dengan pelosok desa.

“Sehingga apa-apa yang diproduksi desa bisa cepat masuk ke kota. Tidak lagi tertinggal. Kota juga lebih cepat aksesnya untuk mengambil hasil produksi di desa. Artinya, angka kemiskinan bisa teratasi karena pengangguran di kota bisaa ditanggulangi dengan ketersediaan lapangan kerja orang-orang untuk beraktifitas membawa hasil-hasil produksi di desa,” jelas Agus.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (rul/JPC)


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Ketimpangan Si Miskin dan Si Kaya Masih Menjadi Persoalan Pelik