alexametrics

Maret, KPU Jalani Uji Coba Lanjutan E-Rekap

29 Februari 2020, 14:12:52 WIB

JawaPos.com – Enam bulan menjelang coblosan pilkada 2020, pembuatan sistem e-rekap atau rekapitulasi suara secara elektronik yang akan digunakan ternyata belum selesai. KPU berdalih sistem sedang dalam tahap finalisasi sebelum dilakukan uji coba lanjutan.

Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan, model formulir yang akan digunakan sudah disiapkan. Namun, untuk aplikasinya, saat ini masih dilakukan finalisasi oleh tim TI KPU. ”Kalau aplikasi sudah selesai, akan kami uji coba,” ujar Evi saat ditemui di kantor KPU RI, Jakarta, kemarin (28/2).

Evi menyadari bahwa waktu yang tersisa untuk menyiapkan sistem e-rekap tidak cukup banyak. Karena itu, penyelesaian pembuatan aplikasi harus dipercepat. Dia menargetkan, uji coba bisa dilakukan Maret.

KPU belum memutuskan sistem yang akan diterapkan dalam e-rekap. Namun, kecenderungannya akan mengombinasikan sistem OCR dan OMR. Dengan adanya kombinasi, tiap-tiap sistem diharapkan bisa saling mengisi kekurangan.

OCR (optical character recognition) merupakan sistem yang berfungsi untuk memindai gambar atau foto dari kertas rekapitulasi suara menjadi teks. Teks itu nanti dikonversi dalam bentuk hitungan suara berbasis elektronik.

Sementara itu, OMR (optical mark reader) merupakan sistem yang membaca tanda bulatan pensil pada kertas rekapitulasi suara. Tanda tersebut kemudian dipindai ke dalam bentuk data elektronik.

Evi menjelaskan, keputusan apakah e-rekap dilakukan di 260 daerah pilkada atau hanya di beberapa daerah sebagai pilot project sangat bergantung pada hasil uji coba. Sebab, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : far/c7/fat



Close Ads