alexametrics

Dandim 0201: Netralitas Itu Harga Mati Bagi TNI

29 Januari 2018, 14:06:21 WIB

JawaPos.com – Komandan Kodim 0201/BS Kolonel Inf Bambang Herqutanto memperingatkan kepada seluruh anggotanya untuk netral di Pilkada Serentak 2018. Prajurit TNI tidak boleh mendukung pasangan calon dengan cara memobilisasi massa, berada di TPS ataupun menggunakan fasilitas militer untuk kepentingan salah satu pasangan calon.

“Untuk netralitas itu harga mati bagi TNI. Aturan mengenai netralitas sudah dijelaskan, acuan yang harus dilaksanakan prajurit di dalam menghadapi pilkada,” ujar Bambang usai menandatangani pakta integritas netralitas TNI dalam Pilkada di Lapangan Benteng, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (29/1).

Jika masih ada prajurit yang melanggar, Kodim tidak segan untuk memberikan sanksi. Apalagi Panglima TNI sudah dengan tegas mengatakan prajurit harus netral. “Sanksinya berat. Jadi kalau di TNI, sanksi administrasi itu sudah berat. Karena menyangkut karier dan penugasan,” tegas Bambang.

Apabila masyarakat masih menemukan ada prajurit yang tidak netral, bisa langsung melaporkan ke Bawaslu. Selanjutnya, laporan akan diteruskan kepada satuan yang bersangkutan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan Herdensi Adnin mengapresiasi langkah TNI menindak tegas prajurit yang tidak netral dalam pilkada. Karena dalam perundang-undangan di Indonesia susah menegaskan bahwa TNI dilarang untuk berpolitik.

“TNI harus fokus membantu kepolisian dan kami di KPU khususnya untuk pengamanan. Jadi memang TNI harus berada di tengah tengah,” tandas Herdensi.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Dandim 0201: Netralitas Itu Harga Mati Bagi TNI