alexametrics

Tak Ada TPS Khusus, Pemilih di Rumah Sakit Dapat Sisa Surat Suara

28 Juni 2018, 21:15:31 WIB

JawaPos.com – Pilkada Serentak 2018 yang berlangsung, Rabu (27/6) kemarin diwarnai dengan sejumlah kekurangan. Mulai dari pemilih di rumah sakit yang tidak berkesempatan mencoblos, hingga ada tempat pemungutan suara (TPS) yang tidak didatangi saksi.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Jatim Divisi SDM dan Parmas, Gogot Cahyo Baskoro belum menyatakan solusi apa yang akan dilakukan KPU pada Pilkada serentak selanjutnya. Dia berharap, ada solusi berupa regulasi baru yang memperbolehkan KPU Provinsi sebagai penyelenggara, membuka TPS khusus di rumah sakit.

“Kami hanya dapat berharap KPU (pusat) membuat regulasi yang mengatur kepada penyelenggara agar diperbolehkan mendirikan TPS khusus di rumah sakit,” kata Gogot diwawancara JawaPos.com di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Kamis (28/6).

Gogot mengakui, memang banyak pemilih di rumah sakit yang tidak berkesempatan mencoblos. Karena, pihaknya tidak menyediakan TPS khusus Pilgub Jatim tahun ini.

“Karenanya, kami langsung menginstruksikan TPS yang lokasinya dekat dengan rumah sakit. Supaya dapat mengakomodir tenaga medis, pasien, dan keluarganya,” jelas Gogot

Namun lanjutnya, karena bukan TPS khusus, penyediaan atau alokasi jumlah surat suaranya berbeda. Jika pemilih mencoblos di TPS, surat suara yang tersedia memang sudah dialokasikan sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

Sedangkan pemilih di rumah sakit (tenaga medis, pasien, dan keluarganya), mencoblos surat suara sisa. Yakni, sisa surat suara dari DPT yang tidak hadir di TPS.

Akibatnya, banyak pemilih yang sudah mengantongi A5, tidak berkesempatan menggunakan hak pilihnya. Karena jumlah surat suaranya terbatas. Alokasi surat suara cadangan pun hanya 2,5 persen dari jumlah total.

Kemudian, Gogot juga mengomentari adanya TPS yang tidak dihadiri saksi. Alasannya, karena kekurangan sumber daya manusia.

Menurutnya, kehadiran saksi di TPS memang tidak mutlak diperlukan. Proses pemungutan suara akan tetap dilakukan hingga tahap rekapitulasi suara di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Karena, kehadiran saksi di TPS adalah hak dari masing-masing pasangan calon (paslon). Meski, saksi juga dapat menjadi “kepanjangan tangan” tiap paslon. “Tapi tanpa saksi pun, masih ada badan pengawas pemilu (bawaslu),” katanya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Tak Ada TPS Khusus, Pemilih di Rumah Sakit Dapat Sisa Surat Suara