alexametrics

Sentra Gakkumdu Inhu Telusuri Dugaan Politik Uang saat Masa Tenang

28 Juni 2018, 20:35:55 WIB

JawaPos.com – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menelusuri dugaan politik uang atau money politic yang terjadi pada masa tenang kampanye.

Dugaan pelanggaran pidana tersebut diterima Panwaslu setelah mendapatkan laporan dari masyarakat pada Selasa (26/6) lalu. Pelanggaran terjadi di Desa Sibabat, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, pada Senin (25/6) sekitar pukul 17.00 WIB. 

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima pihaknya, pelapor menyaksikan beberapa perempuan di desa itu sedang berkumpul di depan rumah salah satu warga desa.

“Terlihat ibu-ibu menerima bingkisan berupa kain untuk bahan pakaian wanita dan satu lembar bahan kampanye dalam bentuk lembaran foto salah satu paslon dalam Pilgubri 2018,” kata Rusidi kepada JawaPos.com, Kamis (28/6).

Pembagian bahan kain itu lanjut Rusidi, dilakukan oleh DS yang merupakan tim kampanye dari pemenangan pasangan calon.

“Mendapatkan laporan itu, sentra Gakkumdu yang terdiri dari Panwaslu, Polres, dan Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu, langsung menelusurinya,” ucapnya.

Apabila DS terbukti melakukan politik uang, maka ia pun terancam akan dikenakan sanksi pidana berdasarkan  Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 pasal 187a ayat 1.

“Jika terbukti dengan sengaja menjanjikan atau memberi uang atau materi lainnya untuk memengaruhi pemilih, dipidana dengan pidana penjara 36-72 bulan dan denda Rp 200 juta-Rp 1 miliar,” tegasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (ica/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads
Sentra Gakkumdu Inhu Telusuri Dugaan Politik Uang saat Masa Tenang