alexametrics

KPU Siap Patahkan Tuduhan Dugaan Kecurangan Pemilu

28 Mei 2019, 13:50:46 WIB

JawaPos.com – Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto‎-Sandiaga Uno memutuskan membawa sengketa Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini dilakukan karena pihaknya menduga adanya kecurangan di hajatan serentak itu.

Komisoner KPU, Pramono Ubadi Tanthowi mengatakan, pihaknya dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) berkedudukan sebagai termohon. Sehingga KPU harus siap menghadapi permohonan pemohon yang sudah diajukan ke MK.

“Hal ini sekaligus untuk juga mempertanggungjawabkan apa yang telah dikerjakan selama ini oleh KPU,” ujar Pramono saat dikonfirmasi, Selasa (28/5).

Pramono menambahkan, ‎yang dilakukan KPU saat ini ada dua hal. Pertama, KPU akan mempelajari pokok-permohonan pemohon dalam hal ini Prabowo-Sandi. Hal itu juga dilakukan untuk memastikan di mana locus persoalan dan apa substansi yang dimohonkan.

Kemudian kedua, KPU akan mengkoordinasikan seluruh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dalamm menyusun jawaban atas pokok-pokok permohonan.

“Kami ingin memastikan bahwa KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota menguraikan jawaban secara jelas baik dari sisi data kuantitatif maupun uraian kronologis,” katanya.

Dengan demikian forum persidangan di MK akan KPU maksimalkan melawan tim hukum Prabowo-Sandi. Data-data pun telah disiapkan untuk mematahkan mengenai tuduhaan dugaan adanya kerurangan di Pimilu 2019.

“Kami akan maksimalkan untuk membantah dalil-dalil yang diajukan pemohon, serta mematahkan tuduhan bahwa KPU telah melakukan berbagai kecurangan selama proses tahapan pemilu,” ungkapnya.

Sekadar informasi, Prabowo-Sandi telah mengajukan gugatan ke MK pada Jumat (24/5) lalu. Pasangan nomor urut 02 ini dalam gugatannya diwakili tim hukum yang diketuai Bambang Widjojanto (BW). Saat mendaftarkan gugatan, tim Prabowo-Sandi mengajukan 51 bukti gugatan. Sehingga mereka sudah siap membeberkan bukti-bukti dugaan kecurangan Pemilu 2019 dalam sidang MK.

Adapun, MK akan menggelar sidang perdana pada 14 Juni 2019. Kemudian, MK akan memutuskan lanjut atau tidaknya sengketa ke tahapan persidangan dengan mempertimbangkan permohonan beserta barang bukti yang diajukan.

Jika berlanjut, sidang berakhir pada 24 Juni 2019. Selanjutnya, putusan akan dibacakan pada 28 Juni 2019.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono