alexametrics

KPU Sumut Diusir Dari Musyawarah Kisruh Ijazah JR Saragih

28 Februari 2018, 22:13:16 WIB

JawaPos.com – Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pemilihan soal pencalonan Jopinus Ramli (JR) Saragih diwarnai kejadian pengusiran terhadap Komisioner KPU Sumut, Rabu (26/1). Sebagai pihak termohon, KPU diusir karena disebut-sebut menghalangi majelis musyawarah melakukan pemeriksaan.

Kejadian pengusiran bermula saat Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan mencecar saksi ahli Hukum Administrasi Negara W Riawan Tjandra. Syafrida menanyai ahli dari Universitas Atmajaya itu soal legalisasi ijazah.

Syafrida mencontohkan dari kasus JR Saragih. Dimana ada dua surat yang dikeluarkan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Surat pertama dari kepala dinas dan yang kedua dari sekretaris dinas.

Tiba-tiba anggota KPU Sumut Benget Silitonga menyela dan menyampaikan keberatan atas pertanyaan Syafrida.

“Kami keberatan majelis. Saksi ini saksi ahli, bukan saksi fakta,” kata Benget.

Atas aksinya itu, Benget diingatkan oleh Ketua Majelis Hardi Munthe. Benget diingatkan jika dia sudah diperingatkan satu kali.

“Ini untuk majelis, kalau termohon tidak mau mendengarkan silahkan diluar,” kata Hardi lagi.

Sudah diperingatkan, Benget masih tetap berbicara. Hardi Munthe kemudian langsung mengusir Benget dari ruangan “Saudara dikeluarkan dari ruangan ini,” kata Hardi.

Karena Benget diusir, para koleganya dari KPU Sumut juga ikut keluar bersamanya. Anggota KPU Nazir Salim Manik, Yulhasni, Mulia Banurea juga keluar dari ruangan musyawarah.

Meski bangku termohon sudah kosong, majelis musyawarah tetap melanjutkan agenda musyawarah mendengarkan keterangan ahli.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
KPU Sumut Diusir Dari Musyawarah Kisruh Ijazah JR Saragih