alexametrics

Diskusi Dengan PGRI, Khofifah Upayakan Permudah Sertifikasi

28 Februari 2018, 22:35:34 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar dialog bersama ratusan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur di Wisma PGRI, Surabaya Rabu (28/2).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari navigasi program Nawa Bhakti Satya yang rutin dilakukuakn oleh Khofifah selama masa kampanye. Dari diskusi yang dilakukan, mayoritas para guru mengeluh rumitnya poses sertifikasi guru. Hal itu disampaikan oleh Dewan Pembina PGRI Jatim Rasio.

“Mengurus sertifikasi sangat menyita perhatian dan waktu guru. Namun seleksinya sangat ketat. Penilaiannya sangat saklek. Lagi pula, sertifikasi guru ini ditangani oleh Dikti, apakah tidak sebaiknya melibatkan Mendikbud atau juga guru yang tau pasti bagaimana kondisi guru di lapangan,” ucap Rasio.

Masalah yang cukup kompleks lainnya, kata Rasio, adalah honorarium Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang masih rendah. Hal itu masih menjadi tuntutan utama para GTT dan PTT hingga saat ini. Disamping itu, para guru juga menginginkan pengangkata status menjadi Pegawai Ngeri Sipil (PNS).

“Para guru juga mengeluhkan statusnya agar diangkat sebagai PNS. Nah GTT PTT ini tidak hanya ada di SMA SMK saja tapi juga SD dan SMP, maka harus ada sharing dengan pemerintah kabupaten kota, kita tadi memberikan masukan tentang itu,” ucapnya.

Mendapat keluhan tersebut, Khofifah menyampaikan siap mengkomunikasin hal tersebut kepida pihak-pihak terkait. Khusus masalah scoring system dalam sertifikasi guru yang harus bulat dengan nilai 80. Menurutnya, hal tersebut masih bisa dinegoisasikan.

“Menurut saya scoring system itu negosiable. Saya pernah jadi pansel Komnas HAM, pansel KPAI, lalu juga menerima laporan pansel saat jadi Menteri, dan tahu masing-masing tahapan seleksi punya skore sekian,” terang Khofifah.

Kedepan, Ketua Umum Muslimat NU itu akan mengusulkan agar penilaian sertifikasi guru lebih baik menggunakan sistem Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela (PDLT). Ia menilai, sistem PDLT tersebut masih sangat relevan untuk diterapkan saat ini termasuk penilaian guru, PNS dan juga TNI Polri.

“Ini yang harus didiskusikan kembali agar scoring system untuk menilai guru SMA SMK benar benar sesuai dengan kondisi riil guru SMA SMK. Ini kita diskusikan dengan PGRI. Di jaman orde baru ada kategorisasi yg masih sangat relevan untuk era saat ini yaitu PDLT. Sangat relevan karena untuk menilai empat hal itu harus jadi satu kesatuan,” pungkasnya.

Editor : Indra Sanjaya

Reporter : (arm/mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Diskusi Dengan PGRI, Khofifah Upayakan Permudah Sertifikasi