JawaPos Radar

Pilpres 2019

SBY Sebut Koalisi Jokowi Bisa Pecah, Begini Respons Anak Buah Mega

27/07/2018, 05:00 WIB | Editor: Estu Suryowati
SBY Sebut Koalisi Jokowi Bisa Pecah, Begini Respons Anak Buah Mega
Enam ketua umum partai politik pendukung Joko Widodo (Jokowi) bertemu di Istana Bogor, Senin malam (23/7). (AGUS SUPARTO/ISTANA)
Share this image

JawaPos.com - Enam partai telah menyatakan dukungan kepada calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi). Para ketua umum partainya juga telah bertemu di Istana Bogor beberapa waktu lalu. Namun, masih muncul opini bahwa koalisi ini bisa pecah di tengah jalan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, tidak percaya. Menurutnya kebersamaan dengan partai koalisi pengusung Jokowi berjalan baik. Bahkan kemesraan juga nampak saat pertemuan di Istana Bogor.

"Kami solid. Di dalam makan malam. Di Istana Bogor semua punya suasana kebatinan yang sama melihat kepimpinan Pak Jokowi dengan baik," ungkap Hasto di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/7).

Hasto melihat, kepemimpinan Jokowi dalam empat tahun terakhir bisa diterima dengan baik oleh rakyat. Pernyataan tersebut didukung dengan tingginya tingkat kepuasan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Atas dasar itu Hasto mengaku tidak khawatir koalisinya akan pecah di tengah jalan. Dia optimistis partai pendukung Jokowi akan tetap kompak.

"Karena itulah kami tetap solid di dalam memberikan dukungan kepada Pak Jokowi, kami tidak ada masalah di situ," sambungnya.

Lebih jauh Hasto yakin betul koalisi Jokowi akan tetap bertahan hingga hari pemungutan suara. Kerja sama juga diyakini bakal berlanjut hingga masa pemerintahan Jokowi berakhir, bahkan hingga periode kedua.

"Iya semuanya nanti ditentukan oleh Bapak Presiden Jokowi arah koalisi ke depan," imbuhnya.

Sebelumnya, SBY menilai enam partai politik yang sudah menyatakan solid mendukung Jokowi bisa saja terpecah. Dia menyebut, potensi runtuhnya koalisi mantan Wali Kota Solo itu masih terbuka.

Menurut SBY, ada kemungkinan partai koalisi tidak puas terhadap cawapres pilihan Jokowi. Hal itulah yang dapat memicu perpecahan koalisi.

"Kalau pertanyaannya apakah ada kemungkinan terjadi bongkar-pasang koalisi (dalam koalisi Jokowi), ya dalam politik bisa saja," ucap SBY saat menggelar konferensi pers di kediamannya di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).

"Ada kemungkinan seperti itu (keluar koalisi). Kalau ada 1-2 partai break up karena tidak cocok cawapresnya, itu bisa ada dinamika baru," lanjut SBY.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up