alexametrics

Sebulan Jelang Coblosan, Khofifah Kian Gencar Blusukan

27 Mei 2018, 17:25:43 WIB

JawaPos.com – Satu bulan menuju pencoblosan 27 Juni mendatang, calon gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kian gencar melakukan kampanye. Kali ini, Cagub nomor urut 1 ini blusukan ke Pasar Hewan Tuban, Minggu (27/5).

Kedatangan Khofifah ini disambut riuh oleh para pedagang sapi. Mereka juga kompak meneriakkan yel-yel dukungan pada Khofifah. “Coblos nomer satu, wes wayahe Ibu Khofifah mimpin Jawa Timur,” teriak para pedagang. 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengungkapkan keinginannya untuk menjamin kesejahteraan peternak sapi lokal. Khofifah menilai harus ada sinergitas antara pemerintah dan masyarakat. 

“Bagaimana sebetulnya kesejahteraan para peternak tetap terjaga. Harga Eceran Tertinggi (HET) harus dijaga. Maka stabilisasi harga produk dari peternak sapi, baik itu dagingnya ataupun harga sapinya harus terproteksi,” kata Khofifah.

Selain itu, mantan Menteri Sosial (Mensos) 2014-2018 ini menekankan terkait aturan penyembelihan sapi betina. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk menjaga stabilitas harga daging sapi di pasar.

Larangan penyembelihan sapi betina produktif sedianya telah termaktub dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4). Beleid tersebut menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.

Kemudian dalam pasal 86, diatur sanksi pidana kurungan bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

Regulasi tersebut dinilai perlu diterapkan agar tidak ada pemotongan sapi produktif. Sehingga menurut Menteri Sosial 2014-2018 ini harus dilakukan pemetaan ulang untuk menyisir penjagal nakal yang melakukan pemotongan sapi betina.

“Di pasar sapi ini yang dijual besar-besar yang sudah siap potong tapi yang terjadi masih ditemukan sapi-sapi betina itu yang dipotong. Itu yang harus dilakukan pemetaan kembali jangan sampai ada pemotongan sapi betina,” jelasnya.

Peran pemerintah daerah, baik itu Provinsi atau kabupten/kota lanjutnya, juga disebut penting untuk memberikan pengawasan secara berkala. Baik secara data maupun penerapan di lapangan.

“Misalnya jangan sampai yang betina itu dipotong. Pemetaan itu harusnya dinas peternakan di setiap kabupaten/kota yang memang menjadi sentra-sentra ternak sapi itu yang bisa memberikan update data. Supaya stabilisasi harga daging dan harga sapi tetap terjaga,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Sebulan Jelang Coblosan, Khofifah Kian Gencar Blusukan