alexametrics

Survey SSC Ungkap Persepsi Pemilih Terhadap Kompetensi Cagub Jatim

27 April 2018, 19:45:32 WIB

JawaPos.com – Survey yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) periode April 2018 memuat beberapa temuan menarik mengenai persepsi pemilih kepada dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang berlaga dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Salah satunya seperti kompetensi masing-masing paslon.

Hasil survey mengungkap, paslon nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak memiliki keunggulan dalam bidang pengentasan kemiskinan di Jawa Timur dibanding pesaingnya. Khofifah-Emil meraih 41,1 persen dari jumlah pemilih di Jatim.

Sementara paslon nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno hanya 22,6 persen dengan undicided voter sebanyak 36,3 persen.

Sementara dibidang infrastruktur, Gus Ipul – Puti lebih unggul dengan perolehan 32,3 persen dukungan. Sedangkan Khofifah-Emil memperoleh kepercayaan pemilih sebanyak 24,2 dengan undicided voter sebanyak 41,5 persen.

“Ini menunjukkan kalau kedua kandidat memiliki keunggulan masing masing dan dapat tergambar letak keunggulan diantara paslon,” kata Direktur SSC Mochtar W Oetomo dalam pemaparan rilis surveynya di Surabaya, Jumat, (27/4).

Selain itu, kepercayaan pemilih kepada Khofifah-Emil juga tinggi terkait pendidikan. Paslon nomor urut satu ini mendapat kepercayaan sebanyak 37,1 persen. Sementara Gus Ipul – Puti hanya mendapatkan kepercayaan sebanyak 21,4 dengan undicided voter 41,5 persen.

Dalam bidang pengendalian harga barang Khofifah-Emil kembali unggul sebanyak 33,6 persen, dibanding Gus Ipul-Puti hanya 22,5 persen. Adapun undicided voter sebanyak 43,9 persen.

Meski demikian, Gus Ipul-Puti berhasil mengungguli Khofifah-Emil dalam bidang Madrasah Diniyah (Madin). Hasilnya, 36,9 persen untuk Gus Ipul-Puti dan 25,8 untuk Khofifah-Emil dan undicided voter sebanyak 37,3 persen. Gus Ipul-Puti juga unggul dalam bidang penangganan birokrasi dengan perolehan 25,4 persen. Sedangkan Khofifah-Emil sebanyak 23 persen dengan undicided voter 51,6 persen.

“Ini menunjukkan masing masing calon bersaing ketat dan memiliki keunggulan masing masing. Kedua kandidat ini memiliki kompetensi yang saling berbagi” terang Mochtar.

Sementara itu, peneliti SSC Surokim Abdussalam menambahkan, dari survey ini juga terungkap beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pikiran pemilih terhadap paslon. Hasilnya, faktor visi-misi paslon cukup dominan mempengaruhi pemilih.

Secara berurutan, faktor visi misi sebanyak 24 persen, kinerja atau karya nyata sebanyak 21.1 persen, latar belakang agama 15,2 persen, kepribadian calon 13,9 persen. Sedangkan latar belakang partai pengusung 9,3 persen, intelektualitas calon 2,3 persen, latar belakang dan asal daerah 1,1 sementara yang tidak menjawab/tidak tahu sebanyak 13,1 persen.

“Sejauh ini kompetensi dan kapasitas masih dominan memengaruhi, disamping faktor tradisional seperti agama dan kepribadian. Dukungan partai tidak terlalu signifikan dan faktor kandidat menjadi hal yg paling diperhitungkan,” terang Surokim.

Untuk diketahui, survey ini digelar pada tanggal 11-19 Apil dengan metode multistage random sampling di 38 kabupaten/kota di Jatim. Survey dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin of error 2.81 persen dengan level of confidence 95 persen. Sedangkan jumlah sampel sebanyak 1220 responden. Sebagai bentuk kendali mutu, survei ini di lengkapi dengan metode spot check hingga 20 persen dari total responden.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Survey SSC Ungkap Persepsi Pemilih Terhadap Kompetensi Cagub Jatim