JawaPos Radar

Ini 3 Skenario Kemenangan Khofifah-Emil Versi SSC

27/04/2018, 20:55 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Surabaya Survei Center
PAPARAN SURVEI: Direktur Peneliti SSC Edy Marzuki dalam pemaparannya, di sebuah hotel di Surabaya, Jumat (27/4) (Moh. Mukit/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com -Surabaya Survei Center (SSC) merilis ketatnya persaingan Pilgub Jatim antara Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dengan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di bulan April 2018.

Sejauh ini, dari survei yang telah dilakukan elektabilitas paslon nomor satu Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebesar 41,1 persen. Sementara paslon nomor urut dua Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno hanya 39,2 persen. Artinya, selisih antar paslon hanya 1,9 persen.

Ketatnya persaingan dua paslon tersebut membuat peneliti SSC meramu empat skenario besar yang dapat memenangkan salah satu paslon melalui tingginya undecided voters sebanyak 19,7 persen.

Skenario pertama, Khofifah-Emil akan terjadi jika cut off. Dimana besaran suara undecided voters dianggap sebagai golput, sehingga komposisi perolehan suara menjadi 51,2 persen untuk Khofifah-Emil dan 48.8 persen untuk Gus Ipul-Puti.

"Mengingat popularitas Khofifah dan Gus Ipul sudah diatas 90 persen, artinya yang memungkinkan untuk memainkan peran merebut angka undecided voters adalah wakil dari keduanya, yaitu Mas Emil dan Mbak Puti,” kata Direktur Utama SSC, Mochtar W. Oetomo d isela rilis di sebuah hotel di Surabaya, Jumat (27/4).

Skenario kedua, lanjut Mochtar, pasangan Khofifah-Emil juga bisa memenangkan Pilgub Jatim 2018 jika besaran suara undecided voterster limpahkan semuanya pada menjatuhkan pilihan ke Khofifah-Emil. Sehingga, komposisi perolehan suara menjadi 60,8 persen untuk Khofifah-Emil dan 39,2 persen untuk Gus Ipul-Puti.

Sementara dalam skenario ketiga, pasangan Gus Ipul-Puti diyakini bakal menang dengan catatan, besaran angka undecided voters dilimpahkan semuanya kepada Gus Ipul-Puti dengan komposisi perbandingan 41,1 persen untuk Khofifah-Emil dan 58,9 persen untuk Gus Ipul-Puti.

Namun, jika strategi keempat berlaku, Gus Ipul-Puti kembali kalah dari Khofifah-Emil dengan komposisi 50,95 persen Khofifah-Emil dan 49,05 Gus Ipul-Puti dengan catatan besaran angka undecided voters dibagi sama rata pada kedua paslon.

Menurut Mochtar, dari empat skenario itu, tiga skor kemenangan untuk Khofifah-Emil dan satu skor untuk Gus Ipul-Puti. Namun, jika paslon pandai memainkan peran dan mengembangkan strategi dan aksi-aksi pemenangan yang brillian, maka tak menutup kemungkinan paslon yang mampu meng-explore wakilnya dan memanfaatkan momentum sebaik mungkinlah yang akan memenangkan pertarungan.

"Merujuk pada skenario ini, tentu saja kubu Khofifah-Emil boleh berbesar hati. Namun jika kubu Gus Ipul-Puti bermanuver dan memaksimalkan kerja tim dengan menonjolkan segala potensi yang dimiliki Puti, maka kubu Khofifah-Emil sebijaknya harus berpikir ulang untuk hanya cukup dengan kebanggan itu,” terang Mochtar.

Mochtar menambahkan, dinamika yang terjadi di Jatim sangatlah dinamis dan cepat sekali mengalami perubahan yang signifikan. Seperti halnya besarnya angka undecided voters pada Desember 2017 lalu turun cukup curam pada April 2018, yang memungkinkan membantah prediksi angka golput pada Pilgub Jatim 2018 berkisar di 20-30 persen.

Dengan kata lain penurunan undecided voters hingga 1022 persen itu menegaskan pentingnya peranan angka undecided voters dalam palagan pertarungan sebanding ini.

”Apapun, kemenangan sebijaknya haruslah legitimate,” pungkas pengajar Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.

Untuk diketahui, survei ini digelar pada tanggal 11-19 Apil dengan metode multistage random sampling di 38 kabupaten/kota di Jatim. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin of error 2,81 persen dengan level of confidence 95 persen.

Sedangkan jumlah sampel sebanyak 1220 responden. Sebagai bentuk kendali mutu, survei ini di lengkapi dengan metode spot check hingga 20 persen dari total responden.

(mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Ini Paparan Gus Ipul di Akhir Debat 27/04/2018, 20:55 WIB
Risma Sindir Khofifah 27/04/2018, 20:55 WIB
Ancaman Botoh di Pilgub Jatim 27/04/2018, 20:55 WIB
Gus Ipul Dapat Doa Khusus Dari Ulama 27/04/2018, 20:55 WIB
Puti Siapkan Skema Permodalan UMKM 27/04/2018, 20:55 WIB
Gus Ipul Ingin UMKM Jatim Naik Kelas 27/04/2018, 20:55 WIB
Timses Khofifah-Emil Tak Masuk DPT 27/04/2018, 20:55 WIB
Puti Gagas Jambore Lintas Agama 27/04/2018, 20:55 WIB
Gus Ipul Gagas Upah Minimum Guru 27/04/2018, 20:55 WIB
Ini Pesan Gus Ipul untuk GP Ansor 27/04/2018, 20:55 WIB
Fatayat Kompak Dukung Gus Ipul-Puti 27/04/2018, 20:55 WIB
Puti Paparkan Potensi Waduk Kalimati 27/04/2018, 20:55 WIB
Khofifah Yakin Muslimat NU Satu Hati 27/04/2018, 20:55 WIB
Emil Dardak Komitmen Membagun Madura 27/04/2018, 20:55 WIB
Kader PDIP Dukung Khofifah 27/04/2018, 20:55 WIB
Kirun : Gus Ipul Dulur Plek! 27/04/2018, 20:55 WIB
Gus Ipul Siap Kawal Program Rembulan 27/04/2018, 20:55 WIB
Relawan Jokowi Dukung Khofifah-Emil 27/04/2018, 20:55 WIB
Relawan Rampak Dukung Gus Ipul-Puti 27/04/2018, 20:55 WIB
Gus Ipul Akan Berkantor Di Madura 27/04/2018, 20:55 WIB
Makna Angka 1 Bagi Khofifah-Emil 27/04/2018, 20:55 WIB
Bahas Pemenangan, Khofifah Temui SBY 27/04/2018, 20:55 WIB
Gus Din: Puti Titisan Bung Karno 27/04/2018, 20:55 WIB
Khofifah Surati PWNU Jatim 27/04/2018, 20:55 WIB
Ini Strategi Kampanye Gus Ipul-Puti 27/04/2018, 20:55 WIB
Emil Dardak Siap Masuk ke Zona Arek 27/04/2018, 20:55 WIB
Ini Komitmen PKS Untuk Gus Ipul-Puti 27/04/2018, 20:55 WIB
Gus Ipul-Puti Gagas Desa Cerdas 27/04/2018, 20:55 WIB
Emil: Saat Ini Bagi-bagi 27/04/2018, 20:55 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up