alexametrics
Dua Cawali Kota Malang Jadi Tersangka

Pengawasan Black Campaign Ditingkatkan

27 Maret 2018, 13:39:55 WIB

JawaPos.com – Dua Calon Wali (Cawali) Kota Malang resmi menjadi tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Adalah Ya’qud Ananda Gudban dan Moch Anton.

Kondisi tersebut rawan dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk memicu perselisihan. Terbukti, belakangan sudah tersebar postingan yang mengandung unsur black campaign di media sosial.

Merespons hal tersebut, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) sudah melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan pengawasan. Panwaslu juga telah melakukan koordinasi dengan Polresta Malang demi terciptanya keamanan dan kenyamanan pada Pilwali Kota Malang 2018.

“Kami masih koordinasi dengan Kapolres Malang Kota. Sementara kami masih menunggu hasil koordinasi dengan polres terkait dengan keamanan,” ujar Ketua Panwaslu Kota Malang Alim Mustofa, Selasa (27/3).

Sejak dua cawali ditetapkan sebagai tersangka, Panwaslu Kota Malang belum menemukan adanya pelanggaran baru. Hingga kini, pelanggaran yang ditemukan masih sebatas Alat Peraga Kampanye (APK) saja. “Belum ada temuan black campaign. Yang melapor juga belum ada,” ungkapnya.

Kendati demikian, Panwaslu terus mengerahkan anggotanya untuk memantau media sosial masing-masing pasangan calon dan para pendukungnya. Media sosial dinilai menjadi tempat yang rawan digunakan untuk melakukan black campaign.

“Kapolres masih berencana mengumpulkan stakeholder. Kami masih menunggu hasil koordinasi polres. Sementara kami terus memantau media sosial,” pungkas Alim.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (fis/JPC)



Close Ads
Pengawasan Black Campaign Ditingkatkan