alexametrics
Melihat Parpol Baru di Pemilu 2019

Partai Garuda Tepis Isu Komunis dengan Religiusnya Sang Ketum

27 Februari 2018, 15:30:47 WIB

JawaPos.com – Dari empat parpol baru yang menjadi peserta Pemilu 2019, ada namanya Partai Garuda. Melihat dari lambangnya, partai ini disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Partai Gerindra.

Pada Selasa (27/2), JawaPos.com menyambangi kantor pusat Partai Garuda yang terletak di Gedung Senatama lantai 5, Jalan Kwitang Raya, Jakarta Pusat itu. Di lobi utama kantor partai yang diawaki Ahmad Ridha Sabana (ARS) itu spanduk merah yang memuat lambang burung Garuda berwarna kuning disertai visi partai yang didirikan tahun 2015 itu.

Di lobi ini para pengurus dan kader Partai Garuda biasanya melakukan pertemuan dengan para tamu ataupun sekadar menyelenggarakan acara internal partai. Menariknya, seluruh ruangan itu tetap disuguhi warna merah khas Partai Garuda.

Partai Garuda Tepis Isu Komunis dengan Religiusnya Sang Ketum
Lorong perubahan di Markas Partai Garuda (Igman Ibrahim/JawaPos.com)

Lebih menarik lagi di markas Partai Garuda ini yakni terdapat sebuah lorong yang disebut sebagai lorong perubahan. Di sepanjang lorong itu terdapat belasan bendera yang terpasang di samping kanan dan kiri. Lorong itu menghubungkan ke tiga ruangan utama, yakni ke arah ruangan sang ketua umum, sekjen, maupun ruangan rapat partai.

Ketua DPP Partai Garuda Muhammad Faiz Rozi menyebut lorong itu akan membawa Indonesia jalan ke arah perubahan yang lebih baik. Hal itu sebagaimana yang tertera dalam visi dan misi yang selama ini didengungkan ke seluruh kader Partai Garuda di penjuru tanah air. “Ini biasa kita sebut lorong perubahan,” sebut Muhammad Faiz Rozi saat mengarungi lorong tersebut.

Kendati disebut dengan partai nasionalis, namun nuansa di dalam kantor partai ini terdapat juga kekentalan islamnya. Hal itu terlihat di ruangan Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana (ARS). Ruangan itu terbentang sehelai sajadah yang memiliki ornamen lukisan kaligrafi lafaz Allah SWT.

Dalam pertemuan itu Faiz mengatakan, Partai Garuda sempat isukan sebagai partai komunis. Menurutnya tuduhan itu tidak relevan. Buktinya, klaim Faiz, sang ketua umum sangat religius dan tidak pernah meninggalkan salat. “Kami sering diingatkan salat oleh beliau, makanya kami heran (isu komunis itu),” ungkapnya.

Partai Garuda yang menyebut dirinya sebagai wadah perubahan untuk Indonesia benar-benar memberikan kenyamanan bagi kader jika berada di kantor pusat. Pasalnya ruang kantor yang terkesan heroik perubahan juga disertai dengan nuansa islami dan sporty.

Ruang itu juga menyediakan fasilitas olahraga kebugaran. Namun hingga kini ruangan olahraga kebugaran itu baru lebih intens digunakan oleh ARS ketika memiliki waktu senggang.

“Ini sering digunakan oleh ketum, tapi sama pengurus lainnya juga sering kok,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Partai Garuda dinyatakan sebagai parpol oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada 2015. Lantas pengakuan itu dikuatkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyatakan Partai Garuda sebagai peserta Pemilu 2019.

Partai Garuda ini juga memiliki kemiripan dengan Partai Perindo. Jika Partai Perindo gawangi oleh big bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, sementara ARS selaku Ketua Umum merupakan Presiden Direktur PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI).

Bedanya untuk posisi Sekjen di Partai Garuda pegang oleh pedagang pasar alias Abdullah Mansuri yang merupakan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI).

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/aim/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads
Partai Garuda Tepis Isu Komunis dengan Religiusnya Sang Ketum