alexametrics

Nelayan Curhat Soal Kerusakan Lingkungan saat Kampanye Cawagub

27 Februari 2018, 05:05:28 WIB

JawaPos.com – Sejumlah nelayan di kawasan Bagan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang curhat kepada Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagub Sumut) Sihar Sitorus soal kerusakan lingkungan di laut, Senin (26/2).

M Haris salah seorang nelayan bercerita kepada Sihar, pembangunan yang berlangsung di sekitar dermaga merusak ekosistem. Dimana dalam pembangunan dermaga itu dilakukan pengerukan pasir laut. Kondisi ini semakin mempersulit keadaan nelayan.

“Laut menjadi penuh lumpur dan mengganggu habitat ikan-ikan. Kita sudah menyampaikan ini ke pemerintah. Namun belum ada solusi. Kita berharap Djarot dan Sihar nantinya dapat membantu kami dalam menyelesaikan persoalan tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Faisal Arifin nelayan lainnya mengatakan, kondisi laut yang semakin rusak sangat berdampak pada kesejahteraan nelayan. Mereka harus dihadapkan dengan tekanan ekonomi.

“Kondisi kita membutuhkan perhatian. Kita berharap pemerintah dibawah kepemimpinan Pak Djarot dan Sihar nanti dapat lebih baik lagi. Memperhatikan nasib kami, karena kami sangat jauh dari kata sejahtera. Termasuk dalam peningkatan kesejahteraan yang dilakukan oleh kaum ibu,” paparnya.

Para nelayan mengatakan, saat ini Pemkab Deli Serdang merencanakan kawasan Percut Sei Tuan sebagai kawasan objek wisata. Namun hal tersebut akan sangat sulit tercapai jika kondisi lautnya tidak baik. Karena itu, pemerintah harus membuat terobosan agar pembangunan yang ada saat ini tidak merugikan nelayan.

Keluhan lainnya juga disampaikan oleh Julkifli. Ia mengeluhkan, adanya pendangkalan di kawasan kuala. Hal itu sangat menyulitkan mereka saat akan melaut. Karena, jika mereka melaut harus melewati kwala tersebut. Akibat kedangkalan kuwala tersebut, nelayan umumnya melaut diatas pukul empat pagi.

Sementara dari logika mereka semestinya mereka harus dapat melaut pukul dua dinihari. Karena saat itulah ikan banyak dan mudah ditangkap. Selain terlambat untuk melaut, mereka juga harus buru-buru pulang. Karena nelawan khawatir derah kwala akan dangkal.

“Kalau kuala dangkal, kapal kami tidak dapat beroperasi. Jika nanti bapak terpilih, kuala kami harus diperbaiki. Serta harus mampu dilalui kapan saja. Karena kehidupan kami di laut, sementara jika jalur ke laut rusak maka perekonomian kami juga rusak,” paparnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Sihar mengatakan bahwa, dia akan membenahi kuala dan akses perekonomian warga di kawasan tersebut. Namun Sihar menegaskan penambahan bantuan yang dapat dilakukan pemerintah melalui kebijakan.

“Karena itu, nantinya pemerintah akan membuat kebijakan agar masyarakat di kawasan Pecut Sei Tuan dapat menerima dampak baik dari laut yang ada saat ini,” ujar Sihar.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Nelayan Curhat Soal Kerusakan Lingkungan saat Kampanye Cawagub