alexametrics

Waktu Mepet, Ida Ajak Kaum Perempuan Jadi Garda Terdepan

26 April 2018, 22:20:00 WIB

JawaPos.com – Dua bulan jelang masa coblosan Pilgub Jateng 2018, calon wakil gubernur dari pasangan nomor urut 2, Ida Fauziyah kian masif menunjukkan pergerakkannya. Politisi PKB itu kali ini mengajak kaum perempuan untuk menjadi barisan terdepan tim sosialisasinya.

Ida yang pada momen itu tengah menghadiri deklarasi kaukus perempuan Mukti, Kabupaten Pati, Kamis (26/4), mengajak para perempuan mensosialisasikan dirinya dan pasangannya, Calon Gubernur Sudirman Said ke daerah-daerah belum sempat terjamah. “Masih banyak kesempatan, dan masih ada waktu sebelum pemilihan,” ujarnya.

Ida bagaimanapun mengakui, dirinya dan Sudirman hanya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk melakukan sosialiasi apabila dibandingkan petahana. Yakni Ganjar Pranowo dan pasangannya Taj Yasin.

Ida Fauziyah
Ida sewaktu deklarasi kaukus perempuan Mukti, Kabupaten Pati, Kamis (26/4), (dok. Tim Media Sudirman-Ida)

Pada acara itu, Mantan Ketua Fatayat NU itu turut menyinggung angka partisipasi pemilih yang masih terbilang rendah. Ia menilik data pada Pilgub 2013 lalu. “Jadi kalau melakukan sosialisasi itu tidak melanggar, karena mengajak masyarakat lain menggunakan hak pilih,” jelasnya.

Ketua Lembaga Ketahanan Keluarga (LKK) PBNU ini pun sebenarnya mengaku senang kampanye ini diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun, ia berharap kehadiran lembaga itu tak membuat takut masyarakat untuk melakukan edukasi.

Dirinya tidak ingin masyarakat yang mengenalkan visi-misi calon malah berujung terintimidasi. “Jangan sampai ditakut-takuti, karena ini pendidikan politik, untuk mencerdaskan masyarakat. Lima menit di TPS, dampaknya adalah lima tahun,” paparnya.

Meningkatkan jumlah partisipan pada Pilgub kali ini dirasa Ida menjadi penting. Karena, menurutnya masing-masing paslon membawa misi yang baik demi kemajuan Jawa Tengah.

“Namun niat kita tulus untuk memberi manfaat masyarakat Jawa Tengah. Ingin ikut cawe-cawe mambawa Jawa Tengah semakin lebih baik,” tegasnya.

Niat tulus dan memberi manfaat itu, salah satunya dengan mengepras angka kemiskinan. Ida menyebutkan angka kemiskinan di provinsi ini masih berada pada 12,23 persen atau 4,5 juta jiwa. Angka itu masih di atas rata-rata nasional, yaitu 10 persen.

“Ada sesuatu. Ada faktor manajerial, maupun kepemimpinan. Karena kalau pengaruh global, tidak pengaruhi Jawa Barat atau Jawa Timur,” jelasnya.

Menurut Ida, hal itu sangat ironis, mengingat posisi Jateng tak jauh dari pusat kekuasaan. “Ada sesuatu yang salah. Derajat kesehatan rendah, tingkat pendidikan rendah,” bebernya.

Di Pati, Ida juga melakukan konsolidasi dengan koalisi parpol pendukung, antara lain Gerindra, PAN, PKS, dan PKB. Dirinya mengapresiasi penuh komitmen mereka untuk memenangkan dirinya bersama Sudirman yang berambisi memperbaiki Jawa Tengah.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Waktu Mepet, Ida Ajak Kaum Perempuan Jadi Garda Terdepan