alexametrics

Khofifah Gagas Pengolahan Ikan di TPI Sendangbiru

25 Mei 2018, 16:19:30 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa blusukan di dermaga penangkapan ikan sekaligus tempat pelelangan ikan (TPI) Sendangbiru. Letaknya di Pondok Dadap, Desa Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Khofifah berkeliling dan berinteraksi dengan nelayan di sana. Usai berinteraksi dengan nelayan di tempat penimbangan ikan, Khofifah yang mengenakan baju putih menuju dermaga tempat para nelayan mengangkut hasil tangkapan mereka. Setelah dari dermaga, Khofifah mengunjungi pasar ikan. “Tempatnya bersih dan nyaman ya,” kata Khofifah, Jumat (25/5).

Khofifah menjelaskan, laut Kabupaten Malang menghasilkan tuna dengan ukuran besar dan kualitasnya bagus. Hal ini bisa dimaksimalkan. Misalnya usai ditangkap, tuna langsung difillet dan dipacking dengan lebih bagus.

Ikan tuna di Sendangbiru memiliki potensi ekspor yang luar biasa. Jika dimanfaatkan bisa menghasilkan nilai tambah. “Kualitas ekspor di sini. Tapi fillet dilakukan di Surabaya. Tidak butuh tempat yang besar. Olahan tuna dan fillet serta packaging bisa dilakukan di sini,” imbuhnya.

Sendangbiru juga memiliki potensi ikan salem yang tidak kalah bagus jika dibandingkan dengan tuna. Ikan dengan rasa gurih dan berukuran sedang itu bisa diolah menjadi sarden.

Sekarang sudah ada kapal tangkap yang besar dengan teknologi canggih untuk mengolah salem menjadi sarden. Sehingga begitu keluar dari kapal langsung dalam bentuk kalengan. “Kapasitas listrik disiapkan. Sehingga mengolah sarden menjadi relatif lebih simpel. Ini bagus untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan,” paparnya.

Dengan potensi hasil laut yang luar biasa, tentu akan menarik minat banyak investor untuk menanamkan modal di kawasan Sendangbiru. Terutama untuk sarden dan fillet ikan.

Namun butuh komunikasi yang baik antara kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan para nelayan. “Perlu komunikasi publik yang baik antara pemerintah dan stakeholder,” tukasnya.

Khofifah melanjutkan, selama ini nelayan di Sendangbiru baru dalam tahap petik alias tangkap dari laut kemudian dijual. Idealnya setelah dipetik kemduian diolah, dikemas dan dijual.

Masalah lain yang dihadapi oleh nelayan adalah pabrik es. Di TPI Sendangbiru tidak ada pabrik es untuk mencukupi kebutuhan 600 kapal. Padahal es dibutuhkan agar hasil tangkapan tetap segar. Untuk memenuhi kebutuhan es, nelayan di Sendangbiru harus membeli ke luar daerah.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Khofifah Gagas Pengolahan Ikan di TPI Sendangbiru