alexametrics

Bawaslu Jatim Segera Panggil Pejabat ASN yang Diduga Tak Netral

25 April 2018, 11:22:31 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan kepada Asisten II, Bidang Ekonomi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Fattah Jasin dan Kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jawa Timur, Setiajid.

Upaya pemanggilan itu terkait dengan unggahan yang memuat foto Fattah Jasin bersama pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo KH. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) dan beberapa orang lainnya seraya mengacungkan salam dua jari di akun Instagram @ahmyamin. Kuat dugaan, foto tersebut sebagai bentuk ekspresi dukungan pada salah satu pasangan calon tertentu.

Sementara pemanggilan Setiajid, terkait komentarnya pada foto tersebut yang nadanya bernuansa dukungan para salah satu paslon yang maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

“ASN (Aparatur Sipil Negara) itu harus netral. Kemudian, jika akun media sosial dan lain sebagainya itu menimbulkan polemik dan terkesan tidak netral maka kami Bawaslu akan menindaklanjuti,” tegas Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi kepada JawaPos.com, Rabu, (25/4).

Dijelaskan Aang, pihaknya akan seius mendalami dugaan ketidaknetralan dua ASN ini. Oleh karenanya, Bawaslu Jatim akan melakukan penelusuran akun yang memposting foto tersebut dan klarifikasi baik kepada Fattah Jasin maupun Setiajid. Jika terbukti tidak netral, Pihkanya akan mengeluarkan rekomendasi kepada Komisi ASN untuk memberikan sanksi.

“Apabila terbukti, kami rekomendasikan kepada instansi yang berwenang untuk menindaklanjuti itu. Komisi ASN yang bisa memberikan sanksi, baik berupa teguran tertulis atau pemberhentian tidak hormat,” terangnya.

Tidak hanya itu, lanjut Aang, jika tindakan Fattah Jasin dan Setiajid ini benar-benar menguntungkan paslon tertentu. Maka, Bawaslu Jatim akan berkoordinasi demgan Gakkumdu yang melibatkan Kepolisian dan Kejaksaan untuk menetapkan sanksi pidananya

“Kalau keputusan nantinya merugikan atau menguntungkan paslon tertentu, maka ada konsekuensi pidana yang diberikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, foto Fattah Jasin, Asisten II Bidang Ekonomi Provinsi Jawa Timur kedapapatan mengacungkan salam dua jari. Foto itu, diposting oleh akun @ahmyamin, pada Senin, (23/4) kemarin. Dalam foto tersebut, juga ada pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo KH. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) dan beberapa orang lainnya. Mereka terlihat kompak mengacungkan salam dua jari. Diketahui, Gus Ali sendiri merupakan kiai yang getol mendukung salah satu paslon tertentu.

“Silaturahmi selalu membawa berkah #disyukuri,” begitu keterangan foto tersebut.

Kejadian menarik lainnya, juga ada akun @setiajit1961 yang diketahui milik Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jombang, Setiajid, ikut memberikan komentar pada foto tersebut. Nadanya pun bernuansa dukungan pada pasangan calon tertentu.

“Toooop menang mutlak,” tulisnya di kolom komentar pada unggahan foto satu hati yang lalu ini.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, pihaknya telah melihat adanya indikasi sejumlah pejabat eselon II dan III di Pemprov Jatim terindikasi tidak netral di pilgub Jatim. Bahkan, Pakde Karwo, sarapan Soekarwo mengaku akan membentuk tim investigasi untuk menelusuri para pejabat yang telah menyatakan dukungan pada salah satu paslon tertentu itu. Hal ini juga berlaku ketika ASN itu berkomentar dan atau membuat status di akun media sosial (medsos).

Editor : Soejatmiko

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Bawaslu Jatim Segera Panggil Pejabat ASN yang Diduga Tak Netral