alexametrics

KPU Surabaya Ajak Generasi Millennial Berantas Black Campaign

25 Februari 2018, 06:11:08 WIB

JawaPos.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Nur Syamsi mengajak seluruh generasi muda daerah tersebut untuk berpastisipasi aktif dalam Pilkada Serentak. Terutama di Pilkada Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim).

“Proses pemilihan adalah sebuah momentum bagi masyarakat untuk memilih calon pemimpin,” kata Nur Syamsi, Minggu, (25/2).

Menurut Nur, peran generasi milenial yang dikenal juga sebagai kids jaman now, sangat penting dalam menentukan nasib bangsa Indonesia ke depan. Bangsa yang telah disepakati untuk dikelola secara demokratis melalui sistem demokrasi.

KPU Surabaya Ajak Generasi Millennial Berantas Black Campaign
Kampanye Antihoax dan Black campaign (Istimewa)

Ibarat sebuah rumah, terang Nur, pintu masuk ke dalam sistem demokrasi melalui sebuah proses pemilihan, baik pemilu, pilkada, dan pilpres. Proses tersebut sangat dibutuhkan untuk menentukan bagaimana aktor-aktor politik membina interaksi dengan konstituen pemilih.

Kontribusi masyarakat terutama generasi muda, sangat diperlukan dalam melancarkan proses pemilihan dengan menggunakan hak pilihnya yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih di KPU.

Dengan berbagai perbaikan sistem dan kemudahan yang sudah disiapkan oleh KPU, tidak ada lagi alasan bagi masyarakat dari kalangan generasi muda yang sudah memenuhi syarat untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

“Untuk wilayah Jatim, semua kemudahan yang disiapkan oleh KPU Propinsi dan KPU Kabupaten/Kota sudah bisa mengakomodir semua warga Jatim untuk menggunakan hak pilihnya,” ujar Nur.

Lebih lanjut, Nur mengajak generasi milenial untuk mewaspadai berita hoax dan black campaign yang disebarkan melalui media sosial.

Meskipun penyebaran berita hoax belum bisa dideteksi dengan mudah, KPU sudah melakukan antisipasi untuk membatasi penyebaran informasi melalui media sosial.

Salah satu langkah yang disiapkan oleh KPU mewajibkan pasangan calon (paslon), tim kampanye, dan relawan paslon mendaftar dan berkampanye secara resmi ke dalam website penyelenggara pemilu tersebut.

Sehingga konstituen yang akan memilih paslon peserta pilkada, lanjutnya, dapat bergabung dengan akun-akun paslon, tim kampanye, dan relawan paslon peserta pilkada.

“Dengan demikian paslon, tim kampanye, dan relawan paslon peserta pilkada dapat bertanggung jawab tentang penyebaran informasi melalui akun-akun mereka,” kata Nur.

Jika ditemukan informasi negatif yang tersebar di medsos, bukan berasal dari akun paslon dan timnya, maka masyarakat dapat melaporkan kepada kepolisian dan panwaslu untuk diselidiki lebih lanjut.

“Teman-teman generasi muda dituntut untuk ikut mengawasi penyebaran berita hoax di medsos, jangan terpancing untuk ikut menyebarkan berita hoax, tindakan itu bisa dituntut berdasarkan UU ITE,” kata Nur.

Para seniman juga turut menyuarakan keprihatinannya terhadap penyebaran berita hoax di medsos. Mereka mengajak teman-teman generasi millennial untuk sama-sama memberantas hoax dan black campaign.

“Jangan sampe gara-gara berita hoax, anak-anak muda semakin terpolarisasi sehingga jadi apatis bahkan golput di pilkada nanti,” kata seorang komika, Yudhit.

Yudhit juga mendorong generasi muda Jatim untuk menggunakan hak pilihnya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (met/JPC)

KPU Surabaya Ajak Generasi Millennial Berantas Black Campaign