alexametrics

Begini Respon Khofifah Kala SBY Panggil Budhe

25 Februari 2018, 21:39:35 WIB

JawaPos.com – Suasana keakraban antara Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa begitu kentara ketika keduanya bertemu dalam acara SBY Sapa Masyarakat di Pantai Gemah, Tulungagung, Minggu (25/2) siang. Kala itu, SBY memangil Khofifah dengan sebutan Budhe.

Nuansa penuh kekeluargaan itu kembali berlanjut, kala Khofifah menghadiri penutupan Rakerda DPD Partai Demokrat Jatim, di Tulungagung, Ahad (25/2) sore. Dalam sambutannya, Khofifah mengaku bahagia kala Presiden RI ke-6 itu memanggil dirinya dengan sebutan Bude Khofifah.

“Saya bahagia tadi saat bertemu di Pantai Gemah, Pak SBY memanggil saya Bude Khofifah,” ucap Khofifah disambut aplaus oleh ribuan kader Partai Demokrat.

Seusai sambutan, para kader secara spontan meneriakkan yel-yel ‘wes wayahe’. Yel-yel tersebut merupakan simbol dukungan dari Gubernur Jatim yang juga ketua DPD Demokrat Jatim, Soekarwo pada pasangan Khofifah-Emil Elestianto Dardak.

“Biyen Pakde saiki Bude, Biyen Pakde saiki Bude,” suara itu menggema di GOR Rejoagung.

Sambutan dilanjutkan oleh SBY, sebagai pembuka, SBY menanyakan kepada Khofifah mengenai yel-yel tersebut. “Bagaimana tadi lagunya,” tanya SBY. Ribuan hadir pun langsung mengemakan lagi lagu berlirik singkat namun mudah diingat. “Nanti ditambahi ya, karo-karoe podo apike (dua-duanya sama baiknya). Silakan dikembangkan,” imbuh SBY.

Selain itu, SBY berharap, partainya dengan nomor urut 14 bisa mengulangi masa kejayaannya. Menurutnya, angka 14 merupakan pertanda seperti kerjaan Majapahit yang punya masa gemilang di abad 14.

SBY pun meminta agar seluruh kadernya bekerja keras untuk memenangkan Khofifah-Emil. Menurutnya, urutannya adalah menang Pilkada 2018, lalu menang Pemilu 2019.

“Semoga dengan ihtiar, Demokrat meraih hasil gemilang. Maka sekarang saya intruksikan para kader untuk bergerak memenangkan pilkada,” tandas SBY.

Sementara itu, Ketua DPD partai Demokrat Jatim, Soekarwo menegaskan, dalam Rakerda kali ini telah diputuskan, bahwa, seluruh mesin partai yang dimiliki harus bergerak untuk mewujudkan kemenangan.

“Mesin tinggal distarter, langsung melesat, baik itu tim sukses maupun polo pendem. Polo pendem itu gerakan bawah tanah. Tim ada yang terlihat ada yang tidak terlihat,” kata Soekarwo.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Begini Respon Khofifah Kala SBY Panggil Budhe