JawaPos Radar

Resep Cawagub Jatim Atasi Ego Struktural

Puti Pilih Sinkronisasi, Emil Kedepankan Komunikasi

24/06/2018, 01:26 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Debat Pilgub Jatim
Paslon nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak mendapatkan kesempatan pertama menyampaikan visi-misinya yang berkaitan dengan tema debat. (Moh. Mukit/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Salah satu isu yang mengemuka pada debat putaran ketiga Pilkada Jatim, Sabtu (23/6) malam, adalah soal tingginya ego struktural.

Selama ini prioritas pembangunan belum bisa berjalan dengan baik lantaran adanya ego antara pusat dengan pemerintah daerah. Pertanyaan seputar ego struktural itu diajukan oleh panelis asal Universitas Brawijaya Malang Andy Fefta Wijaya kepada para Cawagub.

Puti Guntur Soekarno lantas menjawabnya dengan kata kunci sinkronisasi. Menurutnya Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus terkoneksi. "Ada keterkaitan antara program Nawacita Bapak Presiden Jokowi dengan kabupaten dan kota," jelas dia.

Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno
Bersama Puti, Gus Ipul mengenalkan konsep kolaborasa. Yakni kolaborasi rasa, membangun dengan hati untuk melayani masyarakat. (dok. Timses Media Gus Ipul-Puti)

Puti mengatakan, sesuai dengan UU No. 23 tahun 2004, Pemprov punya wewenang yang luas untuk menjalankan program pusat dan kabupaten/kota. "Bahkan pemprov bisa take over RPJMD. Untuk mengatasi ego struktural ini harus menyelaraskan pusat dan provinsi. Kalau kota dan Kabupaten tidak bisa, maka provinsi yang ambil," katanya.

Soal penataan kepegawaian, saat ini telah ada sistem yang baku di pemerintahan. Antara lain Badan Kepegawaian Daerah dan Biro Organisasi. Satuan-satuan kerja itu harus bekerja sesuai aturan-aturan yang berlaku. Misalnya saat rekrutmen pejabat yang harus profesional dan meritokrasi.

"Kalau sinkronisasi dijalankan, dan rekruitmen pejabat dijalankan dengan standar yang telah ditetapkan, maka ego sektoral itu bisa ditekan," lanjut perempuan asal Jakarta tersebut.

Sementara itu, Emil Elistianto Dardak punya jawaban sendiri untuk mengatasi permasalahan ego struktural. Menurutnya, cara paling efektif adalah mengedepankan komunikasi antar sektor. Cara itu ditempuh berdasarkan pengalamannya saat menjabat sebagai Bupati Trenggalek. "Program tanpa komunikasi yang baik tidak akan bisa berjalan," tutur Emil

Suami Arumi Bachsin itu memaparkan, pihak-pihak yang lebih paham proses pembangunan di daerah adalah orang-orang yang membidangi infrastruktur dan kepala daerah itu sendiri.

"Sehingga saya lebih mengandalkan komunikasi antar sektoral untuk meminimalisir ego struktural. Yang disampaikan Bu Puti (sinkronisasi) adalah lintas hierarki," tegasnya.

(did/mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up