alexametrics

Timses Khofifah-Emil Tak Masuk DPT

24 Mei 2018, 15:11:33 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) sudah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Totalnya ada 30.155.719 jiwa. Namun kini, faliditas DPT menuai pertanyaan.

Masih banyak warga Jatim yang punya hak pilih namun tidak masuk DPT. Bahkan anggota Tim Sukses Cagub-Cawagub Jatim Khofifah-Emil, Kuswanto terancam tidak dapat mengunakan hak suaranya pada 27 Juni mendatang. Dia tidak tercantum dalam DPT.

Saat dikonfirmasi JawaPos.com, Kuswanto membenarkannya. Ia baru mengetahui sekitar empat hari yang lalu. Setelah dilakukan pengecakan ke Panitian Pemiliha Suara (PPS) setempat, ternyata istri Kuswanto juga tidak tercantum dalam DPT.

“Kami cek ke PPS di kelurhan Kurek Sari. Ternyata dalam satu KK (Kartu Keluarga), saya dan istri saya tidak masuk dalam DPT. Yang masuk hanya anak saya. Lalu saya diminta untuk ke KPU. Saya belum tahu apa solusi di KPU. Tapi kesimpulannya bahwa hak saya sebagai warga negara untuk memilih dan dipilih dihilangkan,” kata Kuswanto di Surabaya, Kamis (24/5).

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu sangat menyayangkan hal tersebut. Dia menilai kenirja KPU Jatim dalam penetapan DPT tidak serius. Terlebih penetapan DPT sudah melaui proses yang panjang seperti Pencocokan dan Penelitian (coklit).

“Saya tidak memahami apakah ada motivasi lain dalam kesalahan itu semua. Mestinya kalau itu kesalahan adminitrasi, saya, istri dan anak saya semuanya tidak ada. Tetapi kalau nama saya dan istri yang tidak dan hanya anak saya yang masuk, ini tidak bisa dikatagorikan kesalahan administrasi,” terangnya.

Kuswanto menilai, kajadian ini terkesan politis. Selain sangat getol mengkampanyekan Khofifah-Emil, Kuswanto juga menjadi salah satu bakal calon legislatif pada Pileg 2019. Dimana salah satu syaratnya harus masuk dalam DPT.

“Dalam situasi tahun bahkan bulan politik dan ini kaitannya dengan pilgub, hal seperti ini tidak disalahkan kalau saya berpikiran ini ada tendensi lain,” tandasnya.

Kunwanto khawatir kasus ini juga terjadi pada masyarakat lain. Terutama masyarakat yang mendukung Khofifah-Emil. Sebab berdasarakan keterangan yang didapat dari PPS, masih banyak masyarakat yang tidak masuk DPT.

“Saya yang hidup di perkotaan, hak pilih dihilangkan. Bagaimana dengan orang yang tinggal di pelososk desa. Dengan mudahnya mereka menghilangkan hak suara orang. Yang saya pikirkan bukan cuma suara saya. Tapi bagaimana hak suara yang lain. Yang sudah serius memilih Ibu Khofifah dan Pak Emil, ternyata mereka kehilangan hak suaranaya,” ulasnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Timses Khofifah-Emil Tak Masuk DPT