alexametrics

Ketua BPN Instruksikan Relawan Gelar Syukuran Kemenangan di Daerah

Eva: Pak Prabowo Lagi Menyebarluaskan Delusinya
24 April 2019, 17:59:49 WIB

JawaPos.com – Usai pencoblosan pilpres 2019, kedua tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden saling menggelar syukuran kemenangan berdasarkan hasil data real count dari tim internal. Bahkan, kubu Prabowo Subianto telah menginstruksikan relawannya agar menggelar syukuran hingga penjuru negeri.

Intruksi itu disampaikan langsung oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Djoko Santoso saat menghadiri acara syukuran kemenangan di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (24/4).

“Saya sudah instruksikan di daerah-daerah Prabowo-Sandi menang itu diadakan syukuran dan deklarasikan,” kata Djoksan, sapaan akrabnya.

Adapun daerah-daerah yang dimaksud oleh Djoksan adalah Provinsi Banten, Sulawesi Selatan, beberapa daerah di Jawa dan Sumatera, serta Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Dia mengklaim, perolehan suara Prabowo-Sandi di daerah-daerah tersebut secara kumulatif mencapai 62 persen.

Menurutnya, angka itu seharusnya lebih besar, jika tidak ada kecurangan seperti yang mereka yakini. Hitungan dia, Prabowo-Sandi seharusnya meraup sekitar 75 persen hingga 80 persen.

“Mereka curang secara masif terencana, sistematik, dan brutal. Namun demikian, suara Prabowo-Sandi masih tersisa suara 62 persen,” terangnya.

Atas dasar itu, Djoksan mengajak seluruh relawan dan simpatisannya berjuang untuk menegakkan keadilan. Dia menegaskan, kemenangan Prabowo-Sandi suatu hal yang tidak bisa lagi dikompromikan.

“Jangan terprovokasi, jangan terpancing. Kita tetap menginginkan kedamaian. Tetapi damai itu satu proses akibat dari satu sebab. Kalau dalam pemilu itu prosesnya tidak jurdil, maka kita tuntut jujir dan adil,” pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Eva Kusuma Sundari menyatakan, instruksi dari Djoksan merupakan perlawanan terhadap hukum. Pasalnya, instruksi untuk syukuran di daerah merupakan bagian mendahului keputusan KPU sebagai penyelenggara pemilu yang sah.

“Yang berhak mengumumkan itu adalah KPU. Itu menurut UU loh ya. Kalau misalkan memerintahkan untuk para pendukungnya merayakan, Pak Prabowo sedang menyulut perpecahan di antara kita. Karena memperluas delusi beliau akan kemenangan tersebut,” pungkasnya.

Lagipula, menurut Eva, hasil hitung cepat atau quick count dari lembaga survei yang terakreditasi telah menentukan bahwa pemenangnya adalah Jokowi-Ma’ruf. Atas dasar itu, dia heran dengan ajakan dari BPN Prabowo-Sandi.

“Dia (Prabowo) bilang punya real count sendiri, ternyata real count-nya tidak pernah ada. Saya kira ini ada desain dari Pak Prabowo,” tuturnya.

Terpisah, Ketua DPP Partai Nasdem Irma Chaniago menyatakan, ajakan dari kubu rivalnya tidak normal. Menurut dia, perilaku seperti ini merupakan parodi yang memalukan, yang ditunjukkan oleh kubu Prabowo-Sandi.

“Ambisi yang berlebihan kadang bikin orang tidak realistis dan cenderung berbuat di luar akal sehat. Miris melihatnya, ditambah lagi acara pembentukan kabinet. Jadi, makin aneh dan jadi bahan guyonan rakyat,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Igman Ibrahim