alexametrics

Elite PPP Akui Tak Mampu Dongkrak Suara Ahok karena Ini 

24 April 2017, 09:14:18 WIB

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengakui partainya dan PKB tidak mampu menarik suara pemilih dalam putaran kedua Pilkada DKI. 

Mereka tidak dapat mempengaruhi konstituennya untuk mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Namun menurutnya, hal itu bukan kesalahan PPP ataupun PKB semata. Akan tetapi juga karena adanya kasus dugaan peniataan agama dengan Ahok sebagai terdakwanya.

“Ketidakmampuan PPP maupun PKB menarik bagian dari pemilihnya harus diakui karena kasus dugaan penistaan agama,” ujar Arsul melalui pesan singkat, Senin (24/4).

Tak hanya kasus dugaan penistaan agama, kekalahan Ahok-Djarot menurut dia karena adanya video kampanye yang viral di media sosial. Adapun video itu disebut-sebut menyinggung SARA.

“Ditangkap mayoritas pemilih paslon satu yang muslim sebagai cara tidak elegan dengan menghadap-hadapkan keislaman dengan kebhinekaan, keberagamaan versus keberagaman,” tutur Arsul.

Legislator asal Jawa Timur itu menerangkan, sejatinya mayoritas pemilih adalah muslim moderat yang tidak pro dengan cara-cara radikal. Baik yang menggunakan agama maupun yang sekuler dan menghadapkan agama dengan paham lain.

“Ini yang kami yakini tidak disadari oleh beberapa elemen timses paslon dua. Sehingga, mereka keliru strategi antara lain dengan mengeluarkan video viral tersebut,” pungkas Arsul.(dna/JPG)

Editor : Imam Solehudin


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Elite PPP Akui Tak Mampu Dongkrak Suara Ahok karena Ini