JawaPos Radar

Pilkada Kaltim

Baliho Kampanye Dicopot, Timses Ngamuk Berdebat dengan Panwas

24/02/2018, 11:28 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
pilkada serentak
Ilustrasi: Pilkada (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Adu mulut sempat terjadi antara Timses pasangan calon gubernur Kaltim, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (Jadi) dengan Panitia Pengawas Pemilu Panwaslu (Panwaslu) Kutim, Jumat (23/2) kemarin. Hal ini terkait dengan pencopotan Alat Peraga Kampanye (Algaka).

Adu mulut itu terjadi di Posko Jadi yang terletak di Jalan AW Sjahrani, Sangatta Utara. Berawal dari kegiatan pencopotan baliho di posko pemenangannya. Wakil Ketua Dua Partai Perindo Bisri mengatakan, dirinya kaget melihat tempat mereka diacak-acak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Saya bingung, melihat posko diganggu. Ada yang manjat-manjat, bawa linggis, bawa pisau. Mau diapakan posko kami. Kok mereka seenaknya," ungkapnya dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group).

pilkada kaltim
Ketua Panwaslu beserta tim berbincang dengan timses Jaang-Hadi, Jumat (23/2). Mereka membahas tentang kesalahpamaman mengenai pencopotan algaka. (Lela Ratu Simi/Sangatta Post)

Sempat terpancing emosi, dirinya meminta keterangan pada Satpol PP. Alhasil terjadi perdebatan sengit di antara keduanya. "Ya saya marahlah, ini kan posko kami. Kenapa tidak izin dulu. Jika bicara baik-baik kan kami paham. Paling tidak kami akan melepasnya sendiri. Hanya minta waktu saja kok," ujarnya.

Dia mengakui belum mendapatkan informasi apapun perihal pencopotan Algaka. Baginya hal tersebut sangat disesalkan. Pasalnya, menurut dia, Panwaslu bisa saja memberi informasi jika melewati poskonya.

"Mereka kan pasti sering lewat sini. Ya silahkan datang, beri kami imbauan. Kan enak kalau seperti itu," katanya.

Sekira 30 menit terjadi perdebatan. Kemudian datang dan diadakan mediasi antara jajaran Panwaslu bersama tim pemenangan Jadi.

Ketua Panwaslu Andi Yusri membenarkan terjadinya perdebatan dengan tim pemenangan Jadi. Menurutnya, hanya terjadi kesalahpahaman perihal pencabutan umbul-umbul.

"Hanya salah paham saja. Mungkin timnya kurang mendapatkan informasi mengenai pencopotan Algaka," ucapnya.

Namun baginya hal tersebut wajar adanya. Ia sudah menduga kejadian seperti ini bisa terjadi di lapangan.

"Sudah saya duga hal tersebut akan terjadi. Namun kami sudah menyelesaikannya. Semuanya berakhir damai," tutupnya.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up