JawaPos Radar

Dukung Jokowi, Wali Kota Pekanbaru Diperiksa Bawaslu Riau

23/10/2018, 18:55 WIB | Editor: Budi Warsito
Dukung Jokowi, Wali Kota Pekanbaru Diperiksa Bawaslu Riau
Wali Kota Pekanbaru Firdaus usai diperiksa di Bawaslu Riau, Selasa (23/10). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wali Kota Pekanbaru, Firdaus memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau, Selasa (23/10). Ia diperiksa terkait kehadirannya pada acara deklarasi relawan Pro Jokowi (Projo) di Hotel Arya Duta Pekanbaru, Riau, dua pekan lalu.

Firdaus menyebut, ada puluhan pertanyaan yang dicecar kepadanya. Pertanyaan terkait kehadirannya pada acara deklarasi relawan Jokowi. "Ada banyak pertanyaan, enggak hafal saya. Pertanyaan itu mesti saya jawab dengan teliti," sebutnya usai diperiksa Bawaslu Riau.

Dijelaskan Wali Kota Pekanbaru 2 periode ini, dukungannya kepada calon presiden nomor urut 01 tersebut, merupakan dukungan dalam bentuk pribadi bukan sebagai kepala daerah. 

Dukung Jokowi, Wali Kota Pekanbaru Diperiksa Bawaslu Riau
Wali Kota Pekanbaru Firdaus usai diperiksa di Bawaslu Riau, Selasa (23/10). (Virda Elisya/JawaPos.com)

"Saya ini Wali Kota Pekanbaru, bagian dari pemerintah pusat. Pak Jokowi itu Presiden maka wali kota mesti mendukung pemerintah, mendukung bapak presiden. Mendukung pak Jokowi jadi Presiden ya, sebagai capres? Itu lain lagi. Saya wali kota mesti netral. Secara pribadi iya (dukung)," katanya 

Diungkapkan politisi Demokrat tersebut, kehadirannya saat itu untuk memenuhi undangan yang sampai kepadanya. "Siapa saja yang mengundang saya pasti hadir. Ada waktu saya hadir. Kemudian soal dukung mendukung, tentu dari 2 pasang putra terbaik, sedang merayu kita rakyat Indonesia untuk mendapatkan amanah," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Firdaus pun mengatakan pilihan ada di tangan masing-masing rakyat. "Paling penting gunakan lah hak pilih kita. Supaya diantara dua ini bisa terpilih yang paling baik," kata dia.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengatakan, ada 28 pertanyaan yang diajukan kepada Firdaus. "Hampir sama dengan pertanyaan Bupati Rohul (Sukiman). Masih seputar kebenaran tanda tangan keterangan secara detail itu divisi penindakan pelanggaran," kata Rusidi.

Nantinya hasil pemeriksaan akan ditelaah terlebih dahulu apakah termasuk pelanggaran atau tidak. Sebab, saat ini Bawaslu masih meminta keterangan dari sejumlah saksi ahli.

"Kita masih minta keterangan saksi ahli. Baik ahli pidana maupun tata negara. Setelah semua diperiksa baru akan diketahui keputusannya," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up