alexametrics

Megawati: Pemimpin Tidak Boleh Berkata Keras dan Menabok Rakyatnya

23 Juni 2018, 22:30:50 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan agar masyarakat Sumatera Utara (Sumut) jangan terkecoh dalam memilih pemimpin. Dia pun merasa, tidak salah untuk mengutus Djarot bertarung di Sumut.

Hal itu dikatakannya, saat hadiri Kampanye Akbar Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus (DJOSS) di Stadion Baharuddin Siregar, Deliserdang, Sabtu (23/6).

“Saya ketum terlama di dalam partai. Asam garam politik sudah saya ketahui. Jadi jangan sampai terkecoh memilih pemimpin. Perlu berpikir cerdas untuk menentukan pilihan,” ucap putri Sang Proklamator.

Dilanjutkannya, dia dan Ketum PPP, Romahurmuziy telah mengenal Djarot Saiful Hidayat sejak zaman jadi pengurus perwakilan PDIP di daerah. “Saat itu saya tunjuk ia jadi bupati ia mau. Kemudian jadi Wali Kota Blitar ia mau. Sebagai petugas partai saya suruh lagi masuk ke Jakarta mendampingi Pak Ahok. Dan sekarang sebagai petugas partai saya suruh lagi untuk hijrah ke Sumut untuk membenahi Sumut,” katanya.

Dia yakin, Djarot dan Sihar menang di Pilgub Sumut. Karena dia telah mengirimkan kader yang terbaik. “Saya ke sini karena saya mendengar masih ada orang yang goyang kiri dan kemudian pindah lagi ke kanan. Saya tanya pada kalian, apakah boleh seorang pemimpin berkata keras kepada rakyatnya? Apakah boleh seorang pemimpin menabok rakyatnya?” katanya.

Dia meminta kalau ada yang seperti itu, jangan dipilih jadi pemimpin. Lima menit di 27 Juni nanti sangat menentukan untuk lima tahun ke depan.

“Saya ketum partai memang harus membuat pilihan. Saya melihat track recordnya. Kalau ada orang yang mengatakannya impor, memangnya Sumut ini bukan wilayah Republik Indonesia? Untuk itu jangan tertipu. Harus berpikir kritis untuk memilih pemimpin nantinya,” ucapnya.

Sementara itu, sebelumnya Djarot dan Sihar juga memaparkan program-program yang mereka akan laksanakan jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nantinya. Beberapa program yang mereka sampaikan yakni Kartu Sumut Pintar, Sumut Sejahtera dan Sumut Sehat.

Di kartu itu, ada harapan dari para nelayan, guru honor perawat dan masyarakat miskin lainnya. “Di sini juga Djarot dan Sihar akan menyelesaikan jalan provinsi rusak di Sumut dalam jangka waktu dua tahun,” kata Sihar.

Sementara Djarot mengatakan bahwa, perubahan itu sudah semakin dekat. Tentukan semuanya pada 27 Juni mendatang. “Pilih pasangan nomor urut dua. Sudah saatnya Sumut berubah. Semua urusan menjadi mudah dan transparan. Saya datang ke Sumut untuk jihad. Jihad melawan korupsi, jihad melawan kebodohan,” ucapnya.

Selain Ketum PDIP, Megawati dan Ketum DPP PPP Romahurmuziy. Hadir juga dalam kesempatan itu para pengurus PDIP pusat maupun daerah, para tokoh agama dan ulama. Acara juga dihibur dengan penampilan Band Dmasiv, J Rocks dan Indah Nevertari.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Megawati: Pemimpin Tidak Boleh Berkata Keras dan Menabok Rakyatnya