JawaPos Radar

Jelang Pencoblosan, SBY Ingatkan BIN, TNI dan Polri Tetap Netral

23/06/2018, 21:33 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Jelang Pencoblosan, SBY Ingatkan BIN, TNI dan Polri Tetap Netral
Ketua umum partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri kampanye akbar Paslon Deddy-Dedi di Bogor, Sabtu (23/6). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Ketua umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta seluruh pihak ikut \menjaga pesta demokrasi dengan jujur dan adil. Hal itu menjelang hari pencoblosan pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat juga Pilkada serentak 2018.

Terlebih, kata SBY, para pemilih harus sudah menentukan pilihannya secara yakin. Tidak ada unsur paksaan atau iming-iming dari pasangan calon tersebut.

"Kita berharap rakyat meyakini dan memilih pemimpin dengan hati nurani, mereka jangan mau dipaksa atau di bawah tekanan memilih calon yang tidak disukai, dan jangan silau dengan iming-iming, karena nanti menyesalnya selama lima tahun," kata SBY di Bogor, Sabtu (23/6).

Dalam pesta demokrasi ini, pihak Pemerintah, BIN, Polri dan TNI harus netral. Jangan pernah ada pemihakan terhadap salah satu partai atau calon. Mantan Presiden RI, membandingkan pemerintahkan sekarang dengan masa pemerintahan yang dipimpin dirinya di masa lalu.

SBY mengaku tidak pernah melibatkan perangkat negara untuk memihak partai politik tertentu termasuk Partai Demokrat yang dipimpinnya.

"Selama 10 tahun saya mengenal BIN, TNI, dan Polri, selama itulah doktrin saya sampaikan agar semuanya netral. Meski dulu saya maju di Capres 2009, dan pada 2014 Partai Demokrat mengalami kesulitan, elektabilitasnya rendah, tapi saya tidak pernah menggunakan kekuatan (pemihakan) itu," ungkapnya.

Harapannya, kenetralan pemerintah dalam menghadapi pesta demokrasi harus tetap netral, tidak memihak atau melakukan pelanggaran lain. Pihak manapun agar tidak melalukan kecurangan, karena itu sebagai bentuk ekspresi kekalahan pihak tertentu.

"Biasanya yang panik itu cenderung curang. Tapi kami waspada. Ketidaknetealan elemen oknum BIN, TNI, dan Polri itu ada kejadinnya. Namanya memang oknum, tapi tidak ada anggota atau prajurit yang salah, yang ada adalah komandannya yang keblinger. Maka jangan keliru, kasian sama prajurit dan anggotanya," tegas SBY.

Penilaiannya sejauh ini tidak ada rakyat yang berani bicara mengungkap segala bentuk kecurangan. Maka dirinyalah yang berani mengungkapkan, apapun risiko yang akan ditanggungnya.

"Mungkin rakyat tidak berani menyampaikan ini, biarlah saya, SBY warga Cikeas Bogor yang menyampaikan. Kalau intelijen ingin menciduk saya, silahkan. Mengapa? Agar BIN, TNI, Polri netral, karena ada kejadinnya. Di Pilkada Jakarta saya terima ada keganjilannya. Selam masa kampnye Ibu Silvana dan suaminya dipanggil Polri, bayangkan," tandasnya.

Untuk diketahui, SBY menghadiri acara kampanye Akbar yang digelar pasangan calon nomor urut 4 Pilgub Jabar, Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi di Bogor, Sabtu (23/6). Ribuan pendukung berkumpul menyuarakan untuk Paslon dengan sebuatan Deddy-Dedi 4 Jabar.

(ona/JPC)

Alur Cerita Berita

Cawagub Jabar Ahmad Syaikhu Berduka 23/06/2018, 21:33 WIB
Kang Emil: Kalau Terlena Kita Kalah 23/06/2018, 21:33 WIB
Demokrat Usung Dede Yusuf?  23/06/2018, 21:33 WIB
Nasdem Siap Menangkan Ridwan Kamil  23/06/2018, 21:33 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up