alexametrics
Hasil Survei LSI Denny JA

Eramas Unggul di Pemilih Muslim, Djoss Disukai Kalangan Bawah

23 Juni 2018, 02:10:53 WIB

JawaPos.com – Elektabilitas dua pasangan calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami fluktuasi jelang pencoblosan pada 27 Juni mendatang.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut, pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) konsisten mengungguli Djarot-Sihar (Djoss).

Survei tersebut dilakukan pada 8-12 Juni lalu dengan responden 1.000 orang. Sebelumnya, survei juga dilakukan pada April lalu dengan hasil keunggulan Eramas.

“Survei menggunakan margin of error 3,16 persen dan dilakukan dengan metode pada umumnya, yakni multistage random sampling,” ujar Peneliti Senior LSI Denny JA, Rully Akbar, Jumat (22/6). 

Dalam survei tersebut, Rully menjelaskan, pasangan Eramas mendapat dukungan 45,5 persen mengungguli Djoss yang mendapat dukungan 34,7 persen. Dari hasil tracking survei, menunjukkan konsistensi kenaikan pasangan Eramas dari April 2018 sebanyak 43,3 persen menjadi 45,5 persen pada Juni 2018.

Begitu juga untuk pasangan Djoss yang mengalami kenaikan dari 33,3 persen di bulan April 2018, menjadi 34,7 persen di bulan Juni. 

Disebutkan Rully, dari simulasi breakdown berdasarkan gender dan usia, rata-rata di atas 40 persen memilih Eramas. Begitu pula dengan simulasi breakdown berdasarkan latar belakang pendidikan dan pendapatan, rata-rata di atas 40 persen memilih Eramas.

Hanya pemilih berlatar belakang pendapatan di bawah Rp 999 ribu pemilih Eramas bersaing dengan pemilih Djoss. 

Dia menjelaskan, ada dua alasan Eramas masih unggul dari Djoss. Pertama, Eramas unggul telak di suku Jawa, Melayu, dan pemilih Muslim.

Pada segmen pemilih bersuku Jawa, Eramas unggul telak 64,2 persen sedangkan Djoss 17,9 persen. Pemilih Melayu, Eramas unggul 79,3 persen dan Djoss 3,4 persen. Sementara basis pemilih beragama Islam yaitu Eramas sebesar 65,2 persen dan Djoss 14,7 persen.

Faktor kedua, karena Eramas konsisten unggul di 8 dapil, antara lain Dapil 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 12. Sedangkan Djoss hanya di 4 dapil, yakni Dapil 8, 9, 10, dan 11.

Lebih jauh lagi Rully mengatakan, Djoss belum bisa merebut posisi puncak karena dua alasan. Pertama, Djoss dikenal paling tinggi, tapi kurang disukai. Dari tingkat pengenalan calon gubernur, perolehan tertinggi adalah Djarot Saiful Hidayat (91,3 persen), disusul Edy Rahmayadi (89,5 persen). Sedangkan untuk calon Wakil Gubernur, tingkat pengenalan Sihar Sitorus (74,0 persen), sedikit lebih unggul dari Musa Rajekshah (70,7 persen).

Untuk tingkat kesukaan terhadap calon, Edy Rahmayadi memperoleh (78,7 persen), Musa Rajekshah (74,2 persen). Sedangkan Djarot Saiful Hidayat sebesar (67,8 persen) dan Sihar Sitorus (63,4 persen).

Sedangkan alasan kedua, dari efek debat tidak berpengaruh. Pengaruh debat terhadap pilihan memanglah sangat tinggi yakni 69,4 persen, akan tetapi hanya 18 persen publik yang mengikuti debat kandidat tersebut.

Ketika ditanyakan paslon yang dianggap dominan dan menguasai materi, Eramas mendapat 49,1% dan Djoss 41,1%. “Survei ini sangat kecil peluangnya untuk berubah hingga tanggal pemilihan,” katanya. 

Mereka menyimpulkan bahwa pasangan Eramas bisa memenangkan Pilgub Sumatera Utara jika swing voters 33,5% (suara yang belum memutuskan) tidak mayoritas dikuasai oleh pasangan Djoss. “Selain itu, Eramas bisa mengaktifkan partisipasi pemilih di semua wilayah basisnya,” tandas Rully.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/pra/JPC)

Eramas Unggul di Pemilih Muslim, Djoss Disukai Kalangan Bawah