alexametrics

Puti Napak Tilas Kreativitas dan Nasionalisme WR Soepratman

23 Mei 2018, 21:12:08 WIB

JawaPos.com – Calon wakil gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno berziarah ke makam pahlawan nasional Wage Rudolf Soepratman di kawasan Rangkah, Surabaya, Rabu (23/5). Puti datang menjelang sore sembari ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa.

Rangkah merupakan kawasan padat penduduk sekaligus basis masa PDI Perjuangan (PDIP). Kedatangan Puti disambut Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Baktiono. “Banyak warga menunggu kehadiran Mbak Puti di sini,” ucap Baktiono.

Puti memang sangat ingin berziarah ke makam WR Soepratman. Di makam tersebut, Puti merenungkan kreatifitas dan jiwa nasionalis sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut.

Di pusara WR Soepratman, Puti menaburkan bunga segar. Sejenak suasana menjadi khidmat. Puti terlihat memanjatkan doa untuk musisi yang tumbuh di zaman pergerakan Indonesia itu. “Semoga almarhum dan semua pejuang bangsa ini mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal baktinya diterima,” kata Puti.

Bagi Puti, buah karya WR Soepratman sungguh inspiratif. Selain lagu Indonesia Raya, seniman berkacamata itut juga menciptakan lagu Di Timur Matahari pada tahun 1931 dan lagu Matahari Terbit di tahun 1938.

Pada tahun 1929, WR Soepratman juga menciptakan lagu Ibu Kita Kartini. Lagu itu abadi sampai sekarang. Setiap 21 April, lagu itu menjadi lagu wajib yang dinyanyikan, terutama oleh kalangan pelajar. Ada pun lagu Indonesia Raya diciptakan WR Soepratman tahun 1928, kemudian diperdengarkan di forum Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Puti menyebut Lagu Indonesia menunjukkan jiwa kebangsaan WR Soepratman yang matang. Terlebih lagu Indonesia Raya yang 3 stanza, terkandung banyak makna dan doa bagi negeri Indonesia ini.

“Ada doa untuk persatuan Indonesia. Dalam kesempatan ini, saya mengatakan agar warga Jawa Timur menguatkan persatuan dan kesatuan. Ini anugerah Allah SWT tentang kebhinekaan di negeri ini,” tambah perempuan asal Jakarta tersebut.

Puti melanjutkan, bagi kalangan milenial, kreativitas WR Soepratman sangat layak untuk menjadi panutan. Dia dikenal sebagai maestro biola. “Kreativitas yang mengalir dalam jiwa kebangsaan, jiwa nasionalisme Indonesia, sangat layak ditiru generasi milenial,” tuturnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Puti Napak Tilas Kreativitas dan Nasionalisme WR Soepratman