JawaPos Radar

Khofifah Siap Perjuangkan Identitas Produk Lokal Agar Harga Jual Naik

23/05/2018, 03:05 WIB | Editor: Budi Warsito
Khofifah Siap Perjuangkan Identitas Produk Lokal Agar Harga Jual Naik
Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa menginginkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Jatim bisa menembus pasar internasional. Sehingga, memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Demi mewujudkan itu, Khofifah yang berpasangan dengan Emil Elestianto menyiapkan program communal branding, agar produk UMKM lokal punya daya jual tinggi.

"Communal Branding menjadi penting, karena kalau mereka bersatu dengan brand yang sama, maka mereka akan punya bargain untuk menembus pasar yang memang captive," kata Khofifah di Surabaya, Selasa, (22/5).

Khofifah Siap Perjuangkan Identitas Produk Lokal Agar Harga Jual Naik
Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa (Istimewa)

Selama ini, usaha kecil dan menengah masih kesulitan untuk mendaftarkan produknya sebagai hak kepemilikan intelektual. Hal tersebut menyebabkan, daya jual produk lokal Jawa Timur lebih murah.

Communal Branding, jelas Khofifah, akan difasilitasi oleh pemerintah provinsi. Nantinya, akan ada standar kualitas dan managemen. Tentuya dengan fasilitas pelatihan untuk mengelola pemasaran lebih profesional dari pemprov.

"Butuh koneksi dan proteksi di antara mereka. Supaya produknya terstandarisasi. Kalau mereka sudah memiliki communal branding, maka bisa dibantu oleh pemprov," jelasnya.

Selanjutnya, pelaku usaha mikro akan difasilitasi pusat informasi super koridor. Pusat informasi super koridor ini, akan menyediakan translator, lawyer dan operator untuk menghubungkan pelaku usaha dengan pasar internasional.

"Ini adalah cara pemerintah tentang bagaimana bisa membangun kanalisasi. Karena ternyata, masih ada yang pelaku usaha yang sudah membuat produk namun tidak tahu siapa pembelinya," ungkapnya.

Kemudian, Calon Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menambahkan, dengan communal branding dan pusat informasi koridor, pelaku UMKM bisa bersaing di tengah gempuran industri pasar modern.
Pengembangan UMKM menurutnya, perlu sokongan dari pemerintah. Hal itu, agar beban resiko bisnis yang ditanggung pelaku UKM bisa lebih ringan.

"Dengan Communal Branding, semua bisa dicapai. Kemudian dengan cara, istilahnya Standing on the Shoulder Giant yang artinya berdiri di pundak raksasa, UMKM, PKL dan sejenisnya, bisa berdiri di pundak raksasa, seperti BUMN atau perusahaan besar,” terang Emil.

Inovasi Communal Branding, kata Emil, bukan sekedar program atau janji kampanye. Tapi penerapan program yang lebih luas. Ini juga bentuk nyata kepedulian pasangan calon nomor 1 kepada para pelaku UMKM. Program ini sudah terbukti berhasil di Trenggalek.

"Yang namanya membela UMKM bukan hanya dengan semboyan berapi-api. Tapi, harus ada inovasi bersama dan diwujudkan dalam sesuatu yang kemudian berpihak," pungkasnya.

Khofifah mengaku, sudah menyiapkan pembangunan sentra itu dengan pusat informasi superkoridor yang akan dibangun di lima Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) di Jawa Timur. Pusat informasi itu diharapkan, bisa mempermudah akses bagi pelaku UMKM tradisional dalam mengembangkan usahanya

Gagasan pasangan Khofifah-Emil ini diacungi jempol oleh Pakar Ekonomi Universitas Airlangga, Rumayya Batubara. Menurutnya, dengan program pengembangan UMKM, lebih memberikan jalan keluar untuk masyarakat. Baik peningkatan taraf ekonomi, maupun untuk memberikan lapangan kerja karena bersifat padat karya.

“Lebih realistis, dengan bertumpu pada UMKM. Dimana sektor ini memang bersifat padat karya. Sehingga ketika sektor ini didorong tumbuh, efeknya besar ke peningktan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran,” jelas Rumayya.

Seperti diketahui, Khofifah-Emil dalam Nawa Bhakti Satyanya mencantumkan komitmen untuk membagun ekonomi Jawa Timur melalui koperasi, UMKM dan ekonomi kerakyatan. Komitmen tersebut termaktub dalam Nawa Bhakti ketujuh, yakni Jatim berdaya.

(mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Ini Paparan Gus Ipul di Akhir Debat 23/05/2018, 03:05 WIB
Risma Sindir Khofifah 23/05/2018, 03:05 WIB
Ancaman Botoh di Pilgub Jatim 23/05/2018, 03:05 WIB
Gus Ipul Dapat Doa Khusus Dari Ulama 23/05/2018, 03:05 WIB
Puti Siapkan Skema Permodalan UMKM 23/05/2018, 03:05 WIB
Gus Ipul Ingin UMKM Jatim Naik Kelas 23/05/2018, 03:05 WIB
Timses Khofifah-Emil Tak Masuk DPT 23/05/2018, 03:05 WIB
Puti Gagas Jambore Lintas Agama 23/05/2018, 03:05 WIB
Gus Ipul Gagas Upah Minimum Guru 23/05/2018, 03:05 WIB
Ini Pesan Gus Ipul untuk GP Ansor 23/05/2018, 03:05 WIB
Fatayat Kompak Dukung Gus Ipul-Puti 23/05/2018, 03:05 WIB
Puti Paparkan Potensi Waduk Kalimati 23/05/2018, 03:05 WIB
Khofifah Yakin Muslimat NU Satu Hati 23/05/2018, 03:05 WIB
Emil Dardak Komitmen Membagun Madura 23/05/2018, 03:05 WIB
Kader PDIP Dukung Khofifah 23/05/2018, 03:05 WIB
Kirun : Gus Ipul Dulur Plek! 23/05/2018, 03:05 WIB
Gus Ipul Siap Kawal Program Rembulan 23/05/2018, 03:05 WIB
Relawan Jokowi Dukung Khofifah-Emil 23/05/2018, 03:05 WIB
Relawan Rampak Dukung Gus Ipul-Puti 23/05/2018, 03:05 WIB
Gus Ipul Akan Berkantor Di Madura 23/05/2018, 03:05 WIB
Makna Angka 1 Bagi Khofifah-Emil 23/05/2018, 03:05 WIB
Bahas Pemenangan, Khofifah Temui SBY 23/05/2018, 03:05 WIB
Gus Din: Puti Titisan Bung Karno 23/05/2018, 03:05 WIB
Khofifah Surati PWNU Jatim 23/05/2018, 03:05 WIB
Ini Strategi Kampanye Gus Ipul-Puti 23/05/2018, 03:05 WIB
Emil Dardak Siap Masuk ke Zona Arek 23/05/2018, 03:05 WIB
Ini Komitmen PKS Untuk Gus Ipul-Puti 23/05/2018, 03:05 WIB
Gus Ipul-Puti Gagas Desa Cerdas 23/05/2018, 03:05 WIB
Emil: Saat Ini Bagi-bagi 23/05/2018, 03:05 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up