alexametrics

Usai Ngevlog, Emil Langsung Meracik Lontong Balap

23 Maret 2018, 23:43:23 WIB

JawaPos.com – Selepas sholat Jum’at di Masjid Kembang Kuning Surabaya, calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mempir ke sentra kuliner Pedagang Kaki Lima (PKL) Lontong Balap yang berlokasi di sepanjang jalan Kranggan, Surabaya, Jum’at, (23/3).

Setibanya, Emil yang masih mengenakan sarung dengan kemeja putih serta kopiah hitam ini berbincang ringan dengan para pedagang. Emil juga sempat membuat video blog (Vlog) sebelum menikmati sepiring kuliner khas kota Surabaya ini.

“Mampir ke sini untuk isi perut usai salat Jumat di Masjid Rahmat, Kembang Kuning, tadi,” katanya kepada wartawan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Trenggalek non aktif ini diberi kesempatan meracik sendiri seporsi lontong balap. Emil tanpa canggung langsung mengambil lontong dan mengupasnya. Lalu, diiris menjadi beberapa potong dan ditata ke dalam sebuah piring berwarna putih. Kemudian, dia mengambil irisan tahu, lento dan menyiramnya dengan kuah bercampur kecambah.

“Ternyata pedagang lontong balap di sini tidak semuanya membuat lontong sendiri. Beberapa pedagang ada yang pilih praktis dengan membeli lontong dari pedagang lain. Tapi bumbunya buat sendiri. Itu menjadikan material lontong balap buatan para pedagang disini beda-beda, sehingga ada banyak kreasi” kata Emil.

Menurut Emil, wisata kuliner di Kota Surabaya sangat berpotensi mendatangkan wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Oleh karena itu, wisata kuliner PKL lontong balap di sepanjang jalan Kranggan ini perlu dikembangkan.

“Orang asing kan sering datang ke Surabaya untuk mengikuti konferensi dan mereka pastinya mencari wisata kuliner. Nah, potensi semacam ini perlu strategi untuk mengembangkannya. Apalagi mereka menempati lahan private. Itu bisa dibicarakan dengan pemerintah kota setempat untuk dicari jalan ketemunya agar tidak tergusur,” paparnya.

Menurut Emil, wisata kuliner berbentuk PKL sebenarnya bisa mendapatkan pendapatan bagi pemerintah kota Surabaya. Salah satunya melakukan pengelolaan dengan baik.

“Kalau masih berbentuk kaki lima seperti ini kan tidak ditarik pajak. Tapi meski berbentuk kaki lima kalau ekonominya bertambah karena mendatangkan banyak wisatawan, itu pun berpotensi memberi pemasukan bagi pemerintah daerah,” pungkasnya.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Usai Ngevlog, Emil Langsung Meracik Lontong Balap