alexametrics

Geopark Kaldera Toba Harus Bisa Jadi Motor Kesejahteraan Rakyat

23 Maret 2018, 18:18:08 WIB

JawaPos.com – Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus berharap semua pihak menjaga dan melestarikan Geopark Kaldera Toba (GKT). Hal itu diutarakannya karena, GKT bisa menjadi motor kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pasangan Djarot Saiful Hidayat tersebut berharap pihak bisa ikut ambil bagian untuk mensejahterakan masyarakat Sumut.

Sihar melihat, potensi GKT begitu besar. Apalagi saat dia berkunjung ke Kabupaten Humbang Hasundutan beberapa waktu lalu. Sihar mengunjungi beragam situs yang berkaitan dengan geodiversity, culture diversity dan biodiversity. Menurutnya, keanekaragaman hayati, budaya dan geologi tersebut merupakan aset yang dapat dimanfaatkan membangun kejayaan Sumut.

“Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia. Ini aset pariwisata yang penting bagi, Sumut dan juga Indonesia,” kata Sihar, dari keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (23/3).

Geopark Kaldera Toba Harus Bisa Jadi Motor Kesejahteraan Rakyat
Cawagub Sumut Sihar Sitorus saat kunjungi makam Sisingamangaraja, di Balige. (ist/Dok.DJOSS)

Keindahan geofisik dan sejarah terbentuknya Kaldera Danau Toba adalah adalah keunikan alam. Karena potensi berupa batuan, mineral, fosil, struktur dan bentang alam layak untuk dikembangkan menjadi Wisata Geologi.

“Dari aspek geo saya melihat kekayaan bebatuan yang beragam. Batuan sisa letusan gunung Toba jutaan tahun silam yang sangat menakjubkan. Dan tidak berhenti sampai disitu. Kondisi geografis itu juga yang mempengaruhi budaya masyarakat di sekitarnya. Baik dalam keberlangsungan hidup, termasuk bercocok tanam maupun budaya sosialnya,” ujar Sihar.

Sihar menyatakan, warisan geologi harus dijadikan implementasi dalam strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Hal itu pun harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan dengan kelestarian alam. Contohnya hasil letusan gunung Toba memberikan banyak kekayaan alam yang dapat di eksplorasi dengan baik.

Seperti pengelolaan kemenyan atau hamijon di Humbahas. Dimana para petani hidup berdampingan sangat baik dengan hutan. Mereka mengelola hutan kemenyan dengan cara kultural yang unik dan bersahabat dengan alam.

Dari aspek konservasi dan ekonomi kerakyatannya hal itu tentu sangat bagus. Karena, meski banyak masyarakat di hamparan pengunungan Danau Toba yang hidup dan bergantung pada getah kemenyan yang di kelola secara turun temurun, tetap tidak merusak hutan.

“Itu contoh menarik dari kawasan Pollung, Humbahas. Jadi tinggal mengedukasi mereka masyarakat agar melestarikan tradisi penyadapan getah kemenyan yang bersahabat dengan alam. Dan mempromosikannya sebagai atraksi pariwisata yang memberikan nilai lebih,” katanya.

Disisi lain, bagi Sihar Geopark berimplementasi memberi peluang bagi penciptaan lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat dalam hal memperoleh keuntungan ekonomi secara nyata. Bisa melalui industri pariwisata atau industri kreatif lainnya. Karena sesungguhnya kekayaan geologi tersebut berhubungan dengan aspek lingkungan alam dan budaya.

“Contohnya saya berkunjung ke Istana Sisingamangaraja di Simamora, Bakara. Disana kita menemukan satu cerita budaya yang berkaitan dengan sejarah kebangsaan dan penataan sosial warga Batak. Selain itu ada juga tradisi bercocok tanam yang menggunakan keahlian budaya dengan menggunakan batu yang disebut Batu Siukapukapon. Termasuk penataan sistem irigasi air di Tipang dengan tradisi Sihali Aek,” katanya.

Sihar mengatakan hal lain yang harus dilihat adalah, pengembangan geoproduk daerah yang saat ini sudah dimulai Humbahas. Seperti pembuatan geoproduk kopi Arabika Lintong. Produk tersebut juga sudah memiliki Indikasi Geografis atau pengakuan dari pemerintah.

“Dengan kata lain, Humbahas sudah mempersiapkan diri menuju ke sana dan harus di dukung. Daerah lain juga kita harapkan nantinya mengikuti itu,” tandasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Geopark Kaldera Toba Harus Bisa Jadi Motor Kesejahteraan Rakyat