JawaPos Radar

Pengamat: Partai Pendukung Khofifah-Emil Harus Percepat Konsolidasi

23/02/2018, 14:17 WIB | Editor: Soejatmiko
Pengamat: Partai Pendukung Khofifah-Emil Harus Percepat Konsolidasi
Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak (moh mukid/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai politik pengusung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak dinilai belum memberikan kontribusi nyata pada rangka pemenangan paslon nomor urut 1 itu. Harusnya mereka sudah melakukan segera lakukan konsolidasi nyata.

Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam. Menurutnya, tujuh partai politik. Yakni, partai Demokrat, partai Golkar, Partai Amanat Nasional, PPP, partai NasDem (4 kursi), partai Hanura (2 kursi), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) hingga saat ini masih jalan ditempat.

"Saya cukup heran, karena sampai saat ini saya belum melihat partai pengusung Khofifah-Emil bekerja optimal. Mestinya partai-partai itu sudah berkontribusi secara maksimal," kata Surokim saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat, (23/2).

Menurut Surokim, kekuatan partai pengusung Khofifah-Emil saat ini masih tersentralisasi di tingkat provinsi (DPD/DPW). Padahal, kekuatan partai politik itu ada pada tingkat Kabupaten/kota (DPC) dan tingkat ranting kecamatan (PAC).

Bahkan, lanjut surokim, masih banyak partai pengusung Khofifah-Emil yang masih disibukkan dengan acara seremonial seperti konsolidasi. Hal demikian tentu memberikan dampak lambanya kerja pemenangan paslon yang memiliki program Nawa Bhakti Satya itu.

"Seharusnya konsolidasi itu sudah selesai agar cabang dan ranting bisa bergerak secara massif. Karena, daya jangkau partai itu bisa sampai tingakat ranting. Saat ini yang bergerak hanya tingkat DPD, sementara cabang, ranting tidak terlihat gemuruhnya," sesalnya.

Fakta demikian, kata peneliti senior Surabaya Sirvey Center (SSC) itu, harus diantisipasi oleh paslon Khofifah-Emil. Karena, jangan sampai partai politik pendukung hanya menjadi bagian penggembira saja dalam gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 ini.

"Ini menjadi indikator, mesin politik belum bisa diandalkan sepenuhnya, karena, tingkat cabang dan ranting belum bergerak optimal," pungkas Surokim.

(mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up