alexametrics

KPU Sampaikan Faktor Penolakan Pencalonan JR – Ance

23 Februari 2018, 22:35:30 WIB

JawaPos.com – Harapan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) JR Saragih-Ance Selian untuk ikut dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) memudar setelah KPU Sumut memberikan jawaban dalam musyawarah sengketa Pilkada di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut, di Jalan H Adam Malik, Kota Medan, Jumat (23/2).

KPU Sumut tetap bersikukuh dengan keputusannya yang tidak meloloskan JR Saragih – Ance sebagai Cagub dan Cawagub Sumut. Dalam jawabannya, KPU mengungkapkan 32 dalil penolakan permohonan yang diajukan oleh JR-Ance.

Sepanjang musyawarah, terungkap perbedaan pandangan soal syarat calon menyangkut pendidikan. JR-Ance sebagai pemohon meminta KPU menjadikan ijazah pendidikan terakhir sebagai dokumen persyaratan calon. Sedangkan KPU tetap berpedoman pada Pasal 4 ayat 1 huruf c Jo Pasal 42 (1p) PKPU nomor 3.

“Persyaratan calon adalah pendidikannya SMA dan legalisir yang harus dipenuhi adalah fotokopi ijazah SMA. Tentang jenjang pendidikan diatasnya bukan persyaratan calon. Ijazah sarjana, master atau doktoral hanya dilampirkan. Tidak ada kaitannya dengan persyaratan calon,” kata Komisioner KPU Sumut Bidang Tekhnis Benget Silitonga usai musyawarah yang digelar Jumat, (23/2) malam.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pemohon Ikhwaluddin Simatupang tetap optimis JR-Ance bisa ditetapkan sebagai Cagub dan Cawagub Sumut dengan nomor urut 3. Dia mengatakan, kliennya sudah menyerahkan ijazah S3 dan diterima oleh KPU. Mereka merujuk pada Pasal 45 Undang-Undang No 10 Tahun 2016.

“Artinya, jika kita merujuk dengan Undang-Undang yang dimaksud maka JR Saragih harus ditetapkan menjadi peserta calon Gubernur Sumut 2018,” katanya saat diwawancarai wartawan.

Dalam peraturan KPU lanjutnya, tidak menyebut ijazah atau STTB SMA. Peraturan itu hanya menyebut ijazah atau STTB. “Nah kalau konvensi itu benar. Tapi pada tahun 2015 itukan Pilkada Serentak, UU 10 Tahun 2016 itu belum lahir. Kita berkeyakinan bahwa Pak JR Saragih masuk dalam peserta calon Gubernur Sumut 2018,” jelas Ikhwaluddin.

Dalam musyawarah tadi juga terungkap penelitian terhadap keabsahan legalisir ijazah milik JR saragih. Terungkap fakta KPU meragukan ijazah JR Saragih. Mereka kemudian melakukan penelitian keabsahan legalisir ijazah JR Saragih.

Komisioner KPU Sumut Iskandar Zulkarnain menambahkan, ada kejanggalan dalam dokumen JR Saragih. Pertama, dalam dokumen fotokopi ijazah/STTB atas nama JR Saragih, KPU menemukan stempel yang double.

“Lalu kedua, pada leges ijazah/STTB, kami tidak melihat leges sekolah tapi Dinas Pendidikan. Sehingga kami melakukan penelitian,” kata Iskandar.

Setelah KPU melakukan penelitian, Dinas Pendidikan DKI Jakarta melayangkan surat ke KPU Sumut yang ditandatangani Sekretaris Dinas. Keterangan dalam surat itu menyatakan yang bersangkutan tidak pernah melakukan legalisir ijazah atas nama Jopinus Saragih. Surat Sekdis inilah yang kemudian menjadi dasar keputusan KPU mencoret JR-Ance dari keputusan.

Musyawarah diskors sampai Minggu (25/2) dengan agenda menghadirkan keterangan saksi dan ahli dari pemohon. Musyawarah berlangsung mendapat pengagawalan ketat pihak kepolisian. Termasuk dengan menyiagakan, mobil watercannon di sekitar lokasi.

Selama musyawarah berlangsung, para pendukun JR Ance sempat berunjuk rasa di depan gerbang Bawaslu. Ance Selian pun tampak datang ke Bawaslu Sumut.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
KPU Sampaikan Faktor Penolakan Pencalonan JR - Ance