alexametrics

Uji Kelayakan di PDIP, Gibran Siap Dipasangkan dengan Siapa Saja

22 Desember 2019, 11:06:17 WIB

JawaPos.com – Satu tahapan dilalui Gibran Rakabuming Raka untuk bersaing mendapatkan ”tiket” maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Solo. Kemarin (21/12) putra sulung Presiden Joko Widodo itu menjalani fit and proper test bakal calon (balon) wali kota Solo di kantor DPD PDI Jawa Tengah.

Laporan Jawa Pos Radar Semarang, Gibran tiba di Panti Marhaen (kantor DPD PDIP Jateng) pukul 14.15.

Setelah mengisi daftar hadir dan menunggu beberapa saat, dia masuk ruang wawancara sekitar pukul 14.30. Saat menunggu, Gibran tak banyak bicara. Dia terlihat menyalami sejumlah orang yang mendatanginya dan melayani permintaan foto bareng.

Proses wawancara berlangsung selama sekitar 1,5 jam. Gibran yang keluar dari ruang wawancara pukul 15.54 membeberkan sejumlah pertanyaan yang disodorkan kepadanya. Di antaranya, mengenai alasan bergabung dengan PDI Perjuangan dan bagaimana jika mendapat atau tidak mendapat rekomendasi maju pilkada. Tidak ketinggalan visi-misi sebagai bakal calon wali kota.

Namun, pengusaha kuliner martabak itu enggan menguraikan lebih detail jawaban-jawabannya. ”Sekaligus tadi Bu Agustin dan Pak Andang (pewawancara, Red) sharing beberapa ilmu. Yang namanya anak muda perlu diisi dengan ilmu,” ujarnya.

Gibran menekankan, dirinya ingin membesarkan PDIP melalui gotong royong dengan semua elemen partai. Termasuk dengan tokoh-tokoh senior partai. ”Intinya, saya siap untuk mengabdi kepada partai,” ujarnya. Dia mengaku siap dipasangkan dengan siapa saja jika kelak mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk maju di pilkada 2020.

Gibran juga mengaku tetap menjalin komunikasi dengan bakal calon wali kota Solo Achmad Purnomo dan Ketua DPC PDI Perjuangan Solo F.X. Hadi Rudyatmo.

Sebelum Gibran, cawali Achmad Purnomo tiba pukul 10.30. Dia mendapat panggilan masuk ruangan satu jam kemudian. Wakil wali kota Surakarta itu berada di ruangan sekitar setengah jam. Dia langsung pulang dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Kepada Radar Solo, Purnomo mengaku hanya mengisi satu berkas. Isinya, latar belakang pribadi, alasan maju sebagai wali kota, alasan memilih PDIP sebagai kendaraan politik, serta program utama yang akan diusung saat menjadi wali kota. ”(Di dalam) biasa, wong kita sudah biasa ke kantornya (DPD) untuk rapat. Ya wong yang ngetes sama kita sudah biasa, sudah ngerti loyalitas kita. Cuma suruh melengkapi, ngisi formulir gitu aja,” ungkapnya.

Purnomo kembali menegaskan tidak mendapat pertanyaan apa pun terkait pencalonannya. ”Nggak ada itu. Jadi, nggak ada pertanyaan-pertanyaan, tadi cuma guyon gitu aja. Penting ngisi formulir gitu,” tuturnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : sga/hid/ida/irw/wa/c10/fal



Close Ads