alexametrics

Pemilih Rasional Pilgub Jatim Tidak Melihat Asal dan Partai Paslon

22 November 2017, 13:30:07 WIB

JawaPos.com – Dinamika politik menjelang Pilgub Jatim 2018 semakin panas. Pertemuan Khofifah Indar Parawansa dengan Emil Dardak di Cikeas, kediaman Presiden ke enam RI Susilo Bambang Yudhoyono membuat tensi meningkat. Khofifah-Emil siap bertarung dengan pasangan Syaifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas.

Senior Advisor iPol Indonesia Maman Suherman menilai, persaingan kedua pasangan calon (paslon) itu akan berfokus untuk merebut suara floating mass (massa mengambang) yang didominasi generasi milenial.

”Itu yang akan dilakukan oleh Anas dan Emil. Mereka berebut suara pemilih rasional,” kata Maman kepada JawaPos.com, Rabu pagi (22/11).

Maman Suherman
Senior Advisor iPol Indonesia Maman Suherman (Dok)

Pemilih rasional lebih melihat sosok calon, bukan kepada partai. ”Mereka juga tidak melihat asal calon. Sebab peran medsos dan internet pengaruhnya lebih besar,” imbuh Maman

Secara asal para paslon itu, Gus Ipul, Anas, dan Khofifah sama-sama berasal dari Jawa Timur. Sedangkan Emil dari Jakarta.

”Asal Emil yang di luar Jawa Timur sama sekali tidak berpengaruh. Semua tergantung segencar apa para calon ini merebut suara bukan dengan janji-janji kosong yang sudah ketinggalan zaman,” kata Maman.

Maman juga menyebutkan, tidak ada kata terlambat bagi Khofifah-Emil untuk bersaing memperebutkan suara pemilih rasional. Gus Ipul- Anas memang mendeklarasikan diri jauh-jauh hari sebelum Khofifah-Emil. Tapi penentuannya ada pada 10 bulan ke depan.

Kecenderungan generasi milenial bukan hanya terjadi di Indonesia ataupun Jawa Timur saja. Tapi juga di seluruh dunia. Menurut Maman, kehadiran internet sangat mempengaruhi pandangan mereka atas politik.

Notulen pada acara Indonesia Lawak Klub (ILK) ini kemudian mencontohkan apa yang terjadi di Austria dan Amerika Serikat. Di Austria, Sebastian Kurz dengan kharisma dan kebijakan konservatif selama menjadi menteri luar negeri mampu menarik pemilih muda. Meski masih berusia 31 tahun, dia terpilih menjadi dengan kanselir.

Begitu pula di negeri Paman Sam saat Obama terpilih. Slogan-slogan yang menyegarkan lebih menarik ketimbang janji-janji kampanye kosong. Desain-desain poster yang cerah dan punya arti dalam justru akan membuat pemilih muda tertarik.

”Poster bertulis HOPE kayak Obama itu juga jadi indikasi bahwa pemilih rasional tidak melihat asal maupun partai,” tegas Maman.

Editor : admin

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Pemilih Rasional Pilgub Jatim Tidak Melihat Asal dan Partai Paslon