JawaPos Radar

Pilpres 2019

Timses: Kenapa Sih Prabowo-Sandi Menabrak Hukum, Nggak Ngerti Aturan?

22/10/2018, 11:34 WIB | Editor: Estu Suryowati
Timses: Kenapa Sih Prabowo-Sandi Menabrak Hukum, Nggak Ngerti Aturan?
Kubu Prabowo-Sandi dianggap tidak mengerti aturan lantaran mengusulkan debat capres-cawapres digelar di kampus. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali memberikan usulan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait debat capres-cawapres. Mereka meminta supaya depat capres-cawapres dilakukan di lingkungan universitas.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menilai usulan itu aneh. Pasalnya sudah ada ketentuan baik dalam Undang-undang Pemilu maupun Peraturan KPU bahwa lembaga pendidikan seperti universitas atau kampus harus bebas dari kegiatan kampanye.

"Kampanye di kampus kan sudah nggak boleh. Kenapa sih nggak ngerti aturan? Kenapa sih menabrak hukum, menabrak UU?" ujar Irma saat dihubungi, Senin (22/10).

Menurut Irma sebagai calon pemimpin Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, harusnya menjadi tauladan masyarakat. Irma menyayangkan kubu penantang seolah menghalalkan segala cara, bahkan menabrak aturan demi hasratnya memenangkan Pilpres 2019.

"Karena itu pencerminan sikap ya dari seorang pemimpin," katanya.

Menurut Ketua DPP Partai Nasdem ini, usulan kubu Prabowo-Sandi itu menunjukkan bahwa mereka sudah mulai panik dan takut kalah. Sebab, hanya sebagian masyarakat yang diundang hadir langsung menyaksikan debat. Sementara masyarakat umum hanya bisa menjadi menonton layar kaca.

Padahal, kata Irma, calon presiden itu dimiliki oleh semua elemen dan golongan masyarakat. Sehingga tidak perlu ada pembatasan.

"Jadi usulan itu namanya menafikan masyarakat. Mengotak-kotakkan masyarakat. Itu nggak boleh," pungkasnya.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasuional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan debat capres-cawapres diadakan di kampus serta diikuti oleh sejumlah akademisi. Hal itu pun bisa menjadi pembelajaran politik bagi para mahasiswa.

Dijelaskan Dahnil, nantinya dalam debat capres-cawapres, setiap pasangan dengan bebas menyampaikan visi-misinya. Kemudian para peserta dari kalangan akademisi ini diberi kesempatan untuk mendalami program-program setiap kubu.

Selain itu, agar cakupannya bisa lebih luas, Dahnil menambahkan agar debat ini disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional. Sehingga seluruh penjuru Indonesia bisa menyaksikannya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up