alexametrics

Kerinduan Warga Trenggalek ke Emil Terbayar Saat Rayakan Kupatan

22 Juni 2018, 21:41:04 WIB

JawaPos.com – Hampir empat bulan, calon wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Emil Elestianto Dardak ‘berpisah’ dengan warag Trenggalek. Sebab, Bupati non aktif itu tengah cuti demi melakukan aktivitas kampanye pada pencalonannya.

Warga Trenggalek tentunya sangat merindukan sosok suami Arumi Bachsin tersebut. Apalagi sepanjang kepemimpinannya, Trenggalek mengalami kemajuan yang cukup pesat dengan segudang prestasi.

Kerinduan warga pun rupanya terbayar kala Emil hadir dalam acara Hari Raya Ketupat di Kecamatan Durenan Trenggalek, Jumat (22/6). Warga pun langsung menyambut meriah kedatangan Emil dan istrinya. Bahkan tak sedikit dari warga yang berebut berjabat tangan dan swafoto dengan keduanya.

“Lama tidak berjumpa tentunya kami sangat merindukan sosok beliau di Trenggalek. Kita lihat tadi antusias warga Durenan sangat luar biasa menyambut kedatangan Mas Emil, saya sampai menitikkan air mata,” tutur Siti Nihayah salah satu tokoh masyarakat di Durenan.

Menurut Nihayah, masyarakat Trenggalek mengaku sangat senang atas kehadiran Emil bersama isterinya. Kebahagiaan warga juga semakin terlihat kala mendengar, Emil akan kembali memimpin Trenggalek setalah masa kampanye berakhir.

“Masyarakat senang sekali. Ini menjadi kado terindah bagi masyarakat Durenan,” imbuhnya.

Meski demikian, Nihayah bersama masyarakat Trenggalek sangat mendukung atas pencalonan Emil bersama Khofifah Indar Parawansa untuk memajukan Jawa Timur. Jika nantinya, Khofifah-Emil menang, masyarakat Trenggalek tentu ikut bahagia.

“Saya menganggap beliau seorang pemimpin yang pintar selain itu mau terjun langsung ke masyarakat. Sudah berkali-kali Mas Emil melakukan ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Hari Raya Ketupat sendiri merupakan salah satu budaya kearifan lokal yang dijaga kelestariannya. Sejarah dirayakan Lebaran Ketupat ini berawal dari kebiasaan ulama besar di Trenggalek, Mbah Mesir pada sekitar abad XIX yang melakukan sowanan ke Bupati dan melanjutkan puasa sunah syawal sampai hari ketujuh.

Pada hari ketujuh syawal ini masyarakat Durenan menyambut tokoh panutannya pulang ke kampung halaman dengan suka cita, yang sekarang ini lekat dengan istilah lebaran ketupat.

Dalam filosofi Jawa, hidangan ketupat disaat lebaran bukanlah sekadar hidangan khas hari raya, melainkan memiliki makna khusus. Ketupat merupakan kependekan dari ngaku lepat dan laku papat. Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan dan laku papat artinya empat tindakan yakni lebaran, luberan, leburan, laburan.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Kerinduan Warga Trenggalek ke Emil Terbayar Saat Rayakan Kupatan