alexametrics

PDIP Siap Buka Data Hitungan Internal, BPN Menolak

22 April 2019, 16:42:58 WIB

JawaPos.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) buka-bukaan terkait data yang digunakan sebagai acuan menyatakan kemenangan di pileg dan pilpres 2019. Bahkan kali ini PDIP menunjukkan langsung ‘war room’ atau ruang hitung rekapitulasi suara yang terintegrasi dengan seluruh kamar hitung di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Hal ini sebagai bukti bahwa PDIP menjunjung tradisi transparansi dan akuntabilitas dalam menghitung suara rakyat. Sehingga ketika menyatakan kemenangan, mereka melengkapinya dengan data yang jelas.

“Suara yang mencerminkan prinsip kedaulatan rakyat yang harus dihormati, suara yang tidak boleh diklaim oleh pihak manapun,” kata Sekertaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di ruang ruangan Badan Saksi Nasional PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Dalam penghitungan suara pemilu 2019, PDIP menggunakan Sistem Saksi dan Tata Laksana Arsip, Penugasan, Monitoring dan Evaluasi (Sista Gasmonev). Proses penghitungan dilakukan dengan memasukkan data formulir C1 ke dalam aplikasi.

Di ‘war room’ ini terdapat 90 orang relawan yang terbagi dalam tiga shift selama 24 jam. Angka ini hanya berlaku di ruang hitung pusat. Sedangkan untuk di daerah, biasanya ada sekitar 30 orang yang dibagi sebanyak dua shift selama 24 jam.

Berdasarkan data sementara yang masuk, pasangan nomor urut 01 meraih 59 persen suara, sedangkan 02 meraih 41 persen suara. Angka itu didapat dari total suara masuk 17,39 persen dari total TPS, atau sekitar 140.789 TPS.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan, PDIP akan menerima dengan terbuka apabila ada pihak-pihak yang ingin melakukan audit langsung terhadap sistem hitung yang digunakan partai. Sekalipun ‘war room’ ini bersifat rahasia, namun demi keterbukaan terhadap publik, ia mau membukanya untuk diakses bersama.

“Ini ruangan Badan Saksi Nasional masuk kategori restricted area. Tapi demi tanggung jawab terhadap publik karena kami tidak ingin ada pihak-pihak yang mengklaim secara sepihak tanpa didukung oleh data (silakan kalau mau akses),” jelasnya.

Anak buah Megawati Soekarnoputri itupun menantang kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno untuk juga mau membuka data atas klaim kemenangannya. Dengan begitu, publik tahu dasar yang digunakan untuk deklarasi mereka.

“Klaim oleh Pak Prabowo-Sandi tanpa di-backup oleh sistem rekapitulasi yang bisa dipertanggungjawabkan oleh publik. Oleh karena itu, kami menegaskan, kami siap diaudit,” tegasnya.

Hasto menyebut, pihak-pihak yang berupaya mengklaim kemenangan tanpa menunjukkan transparansi data dan infrastruktur data sama saja mencederai proses demokrasi.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menolak membuka data internalnya sekarang. BPN hanya akan membuka data saat nanti berproses di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami tidak mau membuka data sekarang. Kenapa? Karena nanti mereka akan mengetahui apa yang kami punya,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads